bogortraffic.com, BOGOR – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mengintensifkan koordinasi untuk mengurai antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Antrean kendaraan yang mengular hingga 18 kilometer ini dipicu oleh dua faktor utama: pembatasan operasional kapal pascakecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya dan penutupan jalur Gumitir–Jember.
Meskipun terjadi antrean panjang, ASDP memastikan layanan penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk tetap berjalan normal dengan pola operasi 8 trip per hari.
Sebanyak 26 kapal beroperasi aktif, terdiri dari 18 kapal di dermaga moveable bridge (MB) dan 6 kapal di dermaga landing craft machine (LCM).
Dukungan dua kapal tambahan, KMP Liputan 12 dan KMP Samudera Utama, juga dihadirkan untuk mempercepat pemuatan dari area Kartika Beach.
ASDP bertugas memastikan kelancaran layanan di sisi pelabuhan, sementara KSOP berperan penting dalam pengaturan jadwal operasional kapal.
“Ini adalah upaya bersama. ASDP, KSOP, dan stakeholder lainnya berperan sesuai kewenangannya agar distribusi logistik dan layanan penyeberangan tetap berjalan tertib dan aman,” ujar Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin.
Sebagai langkah taktis, kendaraan yang masuk ke area pelabuhan disortir berdasarkan bobot. Kendaraan di atas 35 ton diberi stiker merah dan diarahkan ke dermaga LCM, sedangkan kendaraan di bawah 35 ton diberi stiker hijau dan diprioritaskan untuk dimuat di dermaga MB. Sistem ini diterapkan untuk mengefisienkan waktu muat sesuai spesifikasi kapal.
Menanggapi aksi protes dari para sopir truk, ASDP langsung menyalurkan bantuan air minum di area penampungan Bulusan. ASDP juga telah bersurat kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mendukung ketersediaan air bersih di titik penampungan.
“Kami memahami betul kesulitan yang dihadapi para pengemudi. Dalam situasi ini, respons cepat dan kolaborasi lapangan adalah kunci,” tambah Shelvy.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa seluruh kapal yang beroperasi telah melalui inspeksi dan dinyatakan laik laut.
Ia juga menjelaskan bahwa antrean panjang di luar area pelabuhan turut dipicu oleh penutupan jalur Gumitir hingga 24 September 2025, yang mengalihkan arus kendaraan logistik ke jalur utara via Situbondo.
Untuk menjaga ketertiban dan keamanan, aparat kepolisian turut dikerahkan. ASDP mengimbau pengguna jasa agar memastikan kondisi kendaraan prima, mematuhi arahan petugas, dan selalu mengutamakan keselamatan. Informasi terbaru dapat diakses melalui kanal resmi ASDP dan aplikasi Ferizy.





