Arus Balik Lebaran 2026 Terkendali, 72 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jawa

Update Arus Balik Lebaran 2026: 72% pemudik telah kembali ke Jawa via Bakauheni. Simak pantauan Kapolri, Menhub, dan Dirut ASDP terkait kelancaran lalu lintas.

bogortraffic.com, BAKAUHENI – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan bahwa Arus balik Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan tren yang semakin terkendali dengan mayoritas pemudik telah kembali ke Pulau Jawa.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan apresiasi kepada masyarakat yang disiplin mengikuti arahan petugas.

Bacaan Lainnya

Menhub menyebutkan bahwa skema antisipasi telah disiapkan untuk mengurai sisa pemudik yang masih berada di Sumatera.

“Baik arus mudik maupun balik tahun ini berjalan dengan baik. Dari Bakauheni, masih tersisa sekitar 30 persen pemudik. Seluruh skema telah disiapkan, mulai dari buffer zone, delaying system, hingga kapal tambahan, sehingga kepadatan dapat diurai dalam dua hari ke depan,” ujar Menhub Dudy.

Hingga H+6, tercatat sebanyak 651.195 penumpang atau sekitar 72% dari total pemudik telah menyeberang kembali dari Sumatera, mencerminkan efektivitas koordinasi lintas sektor dalam menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.

Data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat jumlah kendaraan yang telah kembali mencapai 169.385 unit atau sekitar 71% dari total kendaraan yang menyeberang saat mudik.

Capaian ini didukung oleh kepatuhan masyarakat dalam menghindari puncak arus balik serta kesiapan petugas di lapangan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa meskipun terjadi peningkatan trafik pada arus balik, layanan penyeberangan tetap terjaga dalam kondisi prima.

“Arus balik memang meningkat, namun layanan tetap berjalan lancar dan merata. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh stakeholder yang memastikan mudik aman dan Lebaran tetap nyaman,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pengelolaan arus tahun ini berada dalam kondisi terkendali berkat skema rekayasa lalu lintas yang adaptif, termasuk penerapan delaying system.

“Secara umum arus balik masih dalam kategori hijau atau lancar. Kami juga menyiapkan skenario alternatif apabila terjadi antrean panjang,” jelas Kapolri.

Khusus untuk lintasan Jawa–Bali, tercatat sekitar 51% atau 267.968 penumpang telah kembali ke Jawa.

Sementara itu, 49% sisanya diprediksi akan melakukan perjalanan balik dalam beberapa hari ke depan, yang kini menjadi fokus perhatian dalam pengaturan distribusi trafik.

Berdasarkan data Posko Bakauheni per 28 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, total penumpang dari Sumatera ke Jawa (H-10 hingga H+6) naik 2,1% dibandingkan tahun lalu, sementara total kendaraan tumbuh 4%.

Selama periode ini, ASDP mengoperasikan 28 hingga 33 kapal per hari di lintasan Merak–Bakauheni dengan menerapkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) saat terjadi lonjakan. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa kebijakan stimulus tarif terbukti efektif meratakan distribusi trafik.

“Kami juga mengapresiasi masyarakat yang telah tertib membeli tiket melalui Ferizy, datang sesuai jadwal, dan mengisi data dengan benar, sehingga mendukung kelancaran layanan secara keseluruhan,” kata Windy.

Dengan sisa sekitar 28% pemudik yang belum kembali, ASDP bersama jajaran TNI, Polri, dan Kementerian Perhubungan memastikan kesiapan penuh tetap terjaga hingga periode layanan Angkutan Lebaran 2026 berakhir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan