Pemkot Bogor Raih Penghargaan P2DD, Fokus Percepatan Digitalisasi Daerah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yang berhasil menempati posisi ketiga se-Jawa Barat dan Bali dalam kategori Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). (Foto: Dok. Pemkot Bogor)

bogortraffic.com, KOTA BOGOR- Penghargaan kembali diraih oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yang berhasil menempati posisi ketiga se-Jawa Barat dan Bali dalam kategori Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Selain itu, Pemkot Bogor juga meraih juara ketiga secara nasional dalam program unggulan P2DD. Kegiatan ini merupakan inisiatif tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk mendorong percepatan digitalisasi di daerah.

“Fokus P2DD tahun ini adalah mempercepat transformasi digital, khususnya di sektor keuangan daerah, meningkatkan layanan publik berbasis digital, serta mendorong integrasi sistem pembayaran digital di berbagai daerah,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Deni Hendana, pada Rabu (25/9/2024).

Bacaan Lainnya

Deni menjelaskan bahwa penilaian P2DD tahun ini mencakup beberapa aspek penting yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemerintah daerah telah melaksanakan digitalisasi di berbagai sektor, terutama dalam transaksi keuangan.

Di antaranya adalah aspek proses yang mencakup kegiatan seperti high level meeting, capacity building, dan literasi masyarakat. Selain itu, terdapat juga aspek output yang terdiri dari capaian indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) 2023, indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), rencana aksi, rekomendasi kebijakan (implementasi Kartu Kredit Indonesia), dan komitmen Pemkot Bogor untuk mendorong P2DD, serta ketiga aspek outcome.

“Aspek outcome merujuk pada hasil nyata dari implementasi program digitalisasi, termasuk penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah secara non-tunai, serta persentase transaksi belanja daerah non-tunai,” tambah Deni.

Dalam upaya meningkatkan hasil P2DD di tahun mendatang, Deni mengungkapkan beberapa poin yang akan dievaluasi dan diperbaiki.

Pertama, meningkatkan implementasi ETPD dengan mengoptimalkan transaksi non-tunai dan memperluas platform pembayaran digital.

Kedua, melakukan konektivitas dan infrastruktur teknologi dengan menyediakan infrastruktur internet di seluruh wilayah dan memperbaiki sistem layanan digital.

Ketiga, meningkatkan adopsi layanan keuangan digital dengan partisipasi masyarakat dan aksesibilitas bagi kelompok rentan.

Keempat, memperkuat kelembagaan TP2DD; kelima, mengembangkan kompetensi sumber daya manusia; keenam, inovasi dan teknologi baru; dan ketujuh, transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.

“Target Kota Bogor untuk P2DD tahun depan tidak hanya kembali menjadi juara satu, tetapi juga akan berfokus pada memperluas cakupan P2DD secara lebih inklusif dan memastikan transformasi digital dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan sektor,” tutup Deni.

Sebagai informasi, P2DD di Kota Bogor telah diterapkan sesuai dengan Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 973 Tahun 2022 tentang Penetapan Arah Kebijakan Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pendapatan Daerah Kota Bogor.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan