bogortraffic.com, KOTA BOGOR- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menghadapi kesulitan dalam menertibkan para pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Pasar tumpah yang telah berlangsung puluhan tahun ini menjadi sorotan karena dianggap menyebabkan kemacetan dan memberikan kesan kumuh di kawasan tersebut.
Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, mengungkapkan bahwa Pemkot Bogor telah merencanakan relokasi para pedagang ke Pasar Mawar. Namun, rencana tersebut belum dapat sepenuhnya terealisasi.
“Sudah disiapkan sejak lama relokasi ke Pasar Mawar,” ujar Hery saat dikutip Kompas.com, Jumat (13/9/2024). Menurutnya, beberapa pedagang sudah sempat dipindahkan ke Pasar Mawar, namun banyak yang kembali berjualan di Jalan Merdeka karena alasan nonteknis di lapangan.
“Beberapa sudah sempat pindah, tapi kembali lagi karena ada beberapa hal nonteknis di lapangan. Akan kita tertibkan dan relokasi,” tambahnya.
Kondisi di Lokasi Pasar Tumpah
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Kamis kemarin, Jalan Merdeka dipadati oleh pedagang yang menjajakan dagangan mereka di pinggir jalan, mulai dari penjual sayur, ikan basah, hingga kelapa. Kondisi jalan semakin semrawut dengan kehadiran angkutan kota (angkot) yang menunggu penumpang di sekitar area tersebut.
Pengunjung yang berbelanja sering kali memarkir kendaraan sembarangan di pinggir jalan, menyebabkan jalan yang seharusnya bisa dilalui dua jalur menjadi menyempit. Akibatnya, arus kendaraan hanya dapat berjalan di satu jalur, mengakibatkan kemacetan parah. Selain itu, pedagang dan pembeli sering menyeberang jalan sembarangan sambil membawa barang bawaan, menambah kekacauan lalu lintas di area yang merupakan akses utama menuju Stasiun Bogor.
Tidak hanya masalah kemacetan, kondisi kebersihan di kawasan ini juga memprihatinkan. Aroma tidak sedap, terutama di sekitar penjual ikan basah yang membuang air cucian ikan ke selokan, semakin memperburuk suasana.
Kendala Teknis dan Pengaruh Oknum Masyarakat
Hery menjelaskan bahwa salah satu kendala terbesar yang dihadapi Pemkot Bogor dalam upaya relokasi ini adalah tekanan dari oknum masyarakat yang memperoleh keuntungan dari keberadaan pasar tumpah. Oknum-oknum ini diduga mempengaruhi para pedagang untuk menolak relokasi ke Pasar Mawar.
“Ada tekanan dari oknum di masyarakat yang selama ini mendapatkan keuntungan dari para pedagang pasar tumpah,” jelas Hery. Kondisi ini membuat upaya penertiban menjadi semakin kompleks.
Pemkot Bogor berkomitmen untuk terus berupaya menertibkan para pedagang dan merelokasi mereka ke tempat yang lebih layak. Namun, dengan adanya berbagai kendala teknis dan sosial, solusi permanen untuk permasalahan pasar tumpah di Jalan Merdeka masih memerlukan waktu dan pendekatan yang lebih komprehensif.






