Hubungkan Tegar Beriman ke Jalan Bomang, Pemkab Bogor Garap Koridor Terpadu 8 Kilometer

Pemkab Bogor gelar rapat koordinasi strategis di Pendopo Bupati, Jumat (5/6/2026)

bogortraffic.com, BOGOR— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah mematangkan konsep integrasi infrastruktur dan ekonomi makro.

Pemkab Bogor resmi menggarap proyek koridor strategis Tegar Beriman Bomang sepanjang 8 kilometer sebagai model kawasan terpadu masa depan.

Bacaan Lainnya

​Jalur penghubung utama Tegar Beriman menuju Jalan Bomang (Bojonggede–Kemang) tersebut nantinya akan dibangun menjadi jalan raya modern dengan empat lajur guna mengurai kemacetan parah di wilayah tengah Bogor.

Selain itu, Pemkab juga menjadwalkan proyek flyover di simpang strategis kawasan tersebut pada tahun 2027.

​”Kita tidak ingin hanya membangun jalan. Koridor ini harus menjadi kawasan yang produktif, menjadi etalase potensi Kabupaten Bogor, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang tumbuh di sekitarnya,” tegas Rudy Susmanto.

​Bupati Rudy menginstruksikan agar pembangunan fisik ini berjalan beriringan dengan sektor ketahanan pangan.

Sinergi lintas sektoral pun langsung diterapkan:

​Lahan Demplot 24 Hektare: Pemkab Bogor berkolaborasi dengan jajaran TNI untuk membangun pusat percontohan pertanian skala besar guna mempercepat swasembada pangan.

​Fasilitas Greenhouse Modern: Distanhorbun ditugaskan membangun rumah kaca modern untuk komoditas hortikultura dan buah unggulan.

​Zona Tematik Perikanan: Diskanak diarahkan menyusun titik-titik budidaya edukatif di sepanjang koridor jalan.

​Guna memastikan pengelolaan berjalan berkelanjutan, Pemkab merangkul pakar pertanian organik nasional, Jimmy Hantu, untuk pendampingan teknis serta menugaskan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dalam mengamankan suplai irigasi kawasan.

​Rudy Susmanto mengingatkan jajarannya agar ego sektoral dibuang jauh-jauh. Kesuksesan koridor ekonomi ini sangat bergantung pada integrasi antara pembangunan jalan, pengelolaan tata air, dan pemberdayaan petani lokal.

​”Pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Semuanya harus tumbuh bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkas Rudy.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan