HJB ke-544: Pemkab Bogor Tebar 200 Kg Ikan Mas di Tradisi Ngubek Empang Malasari

Suasana meriah dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Ngubek Empang.

bogortraffic.com, ​NANGGUNG—  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan sukses menggelar tradisi Ngubek Empang HJB Bogor di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung sebagai bagian dari rangkaian pesta rakyat memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Selasa (2/6/2026).

​Dalam acara ini, panitia menebar sebanyak 200 kilogram ikan mas ke dalam kolam untuk ditangkap langsung oleh warga tanpa menggunakan alat bantu.

Bacaan Lainnya

Suasana meriah dan penuh kebersamaan mewarnai ratusan masyarakat dari berbagai kalangan—mulai dari anak-anak, remaja, emak-emak, hingga bapak-bapak—langsung menceburkan diri dan larut dalam kegembiraan.

​Gelak tawa dan sorak-sorai membubung tinggi di sepanjang acara. Untuk membakar semangat peserta, Pemkab Bogor juga menyiapkan hadiah menarik bagi warga yang berhasil membawa pulang ikan dengan bobot terberat serta jumlah tangkapan terbanyak.

​Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Nurhayati, yang hadir didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta jajaran perangkat daerah, menjelaskan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah menghadirkan pesta HJB yang membumi.

​”Kami ingin masyarakat ikut merasakan kegembiraan Hari Jadi Bogor melalui kegiatan yang sederhana namun penuh kebersamaan. Antusiasme masyarakat hari ini menjadi bukti bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun Kabupaten Bogor,” ujar Nurhayati.

​Bagi warga Desa Malasari, pesta rakyat di dalam kubangan lumpur ini menjadi momen langka yang sangat berkesan untuk dinikmati bersama keluarga besar dan tetangga.

​”Alhamdulillah acaranya sangat meriah. Jarang ada kegiatan seperti ini yang bisa dinikmati semua kalangan. Anak-anak senang, orang tua juga senang. Kami bisa merasakan kemeriahan HJB, semoga Kabupaten Bogor semakin baik ke depan,” ungkap salah seorang warga setempat penuh syukur.

​Melalui pesta rakyat ini, Pemkab Bogor berharap nilai-nilai gotong royong, kebahagiaan bersama, serta kedekatan emosional antara birokrasi dan rakyat di pelosok daerah dapat terus dirawat dengan baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan