Ekonom Gede Sandra Bongkar Kebijakan Bank Indonesia Bikin Rupiah Babak Belur

Capture Google [Dollar to Rupiah]

bogortraffic.com, JAKARTA – Kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan dinilai menjadi bumerang fatal yang justru mempercepat kejatuhan nilai tukar rupiah.

Alih-alih menjinakkan inflasi dan memperkuat mata uang, langkah BI ini dituding sebagai pemicu utama kaburnya modal asing (capital outflow) besar-besaran dari tanah air.

Bacaan Lainnya

​Ekonom senior, Gede Sandra, membongkar fakta mengejutkan bahwa kondisi moneter Indonesia saat ini berada di jurang bahaya yang persis pernah dialami Brazil menjelang kejatuhannya pada tahun 2002 silam.

​”Ini hal yang sebenarnya bisa dihindari bila Bank Sentral itu lebih tepat responsnya. Tapi ini malah seperti memperburuk!” cetus Gede Sandra tajam.

​Gede Sandra menjelaskan bahwa respon pasar keuangan saat ini berbanding terbalik dengan ekspektasi menara gading Bank Indonesia.

Berdasarkan penelitian ekonom dunia, Olivier Blanchard (2004), Brazil pada tahun 2002 melakukan kesalahan yang sama: menaikkan suku bunga demi meredam inflasi, namun pasar justru panik, modal asing hengkang, dan mata uang mereka hancur.

​Ironisnya, kesalahan sejarah belasan tahun lalu itu kini justru diulangi oleh otoritas moneter Indonesia.

​”Harapannya mata uang menguat (apresiasi), dia malah melemah. Dan masalahnya, pengalaman di Brazil ini tidak menjadi pelajaran bagi otoritas moneter di Bank Indonesia,” kritik Gede.

​Situasi makin mencekam karena rasio utang Indonesia saat ini sudah menyentuh kisaran 40% terhadap GDP, mendekati Brazil kala itu yang berada di angka 50-60%.

Ditambah lagi, tingkat suku bunga surat utang Indonesia sudah melambung tinggi hingga menyentuh 7%.

​”Pada saat otoritas Bank Sentral menaikkan suku bunga moneter, ternyata suku bunga surat utang juga ikut naik. Takutlah ini investor-investor melihat, wah bagaimana kalau nanti terjadi default atau gagal bayar?” tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan