bogortraffic.com, PURWAKARTA – PT PLN Nusantara Power (NP) tengah mengkaji rencana perluasan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.
Proyek ini merupakan pembangkit listrik tenaga surya terapung terbesar di Asia Tenggara dan menjadi salah satu pilar strategis dalam mendukung transisi energi bersih nasional.
Vice President Corporate Communication & CSR PLN Nusantara Power, Harry Purnomo, menjelaskan bahwa saat ini PLTS Terapung Cirata memiliki kapasitas terpasang 145 megawatt alternating current (MWac) atau setara 192 megawatt peak (MWp) dan telah beroperasi sejak November 2023.
Ke depan, potensi pengembangan kapasitas pembangkit ini diproyeksikan dapat mencapai 550 MWac.
“Rencana pengembangan ini masih di tahap studi awal,” ujar Harry Purnomo.
Terbuka Gandeng Investor Global
Harry menjelaskan, dalam rencana pengembangan lanjutan tersebut, PLN Nusantara Power terbuka untuk menggandeng investor. Saat ini, Masdar, perusahaan energi terbarukan asal Uni Emirat Arab (UEA), telah menjadi mitra utama PLN NP dalam proyek PLTS Terapung Cirata 145 MWac dengan nilai investasi sekitar Rp2 triliun.
Namun, untuk pengembangan kapasitas berikutnya, besaran investasi belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap kajian awal.
“Untuk nilai investasinya, kami belum berani menyampaikan karena kajiannya masih sangat awal. Namun, kami tetap terbuka terhadap (masuknya) investor,” terang Harry.
Manfaatkan Waduk Cirata Seluas 250 Hektare
Dalam kesempatan yang sama, Outreach and Stakeholder Manager Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE), Respati Adi Katmoyo, menjelaskan bahwa proyek PLTS Terapung Cirata memanfaatkan permukaan Waduk Cirata dengan total area cakupan lebih dari 250 hektare.
PLTS Terapung Cirata terdiri dari 13 pulau panel yang berisi sekitar 340 ribu solar panel. Setiap pulau panel memiliki luas sekitar 10 hektare dengan kapasitas terpasang 15,7 MWp.
Respati menuturkan, listrik yang dihasilkan PLTS Terapung Cirata dijual kepada PT PLN (Persero) sebagai single buyer.
“Dan ini mampu melistriki sekitar 50.000 rumah tangga,” ucapnya.
Dukung Kebutuhan Listrik Jawa Barat
Respati menambahkan, Indonesia menargetkan pengembangan PLTS hingga 100 gigawatt (GW). Khusus di Pulau Jawa, kebutuhan listrik saat ini mencapai sekitar 30 GW, dengan karakteristik beban puncak yang bervariasi.
Di Jawa Barat, kebutuhan listrik justru tinggi pada siang hingga sore hari, sehingga menjadikan PLTS Terapung Cirata sangat relevan dalam menopang pasokan listrik di wilayah tersebut.
Selain itu, keberadaan PLTS Terapung Cirata dinilai berkontribusi signifikan terhadap peningkatan bauran energi bersih nasional, yang saat ini masih berada di kisaran 12%–13%, sementara target pemerintah pada 2025 mencapai 23%.
“Oleh sebab itu, salah satu faktor yang menarik bagi kami ialah PLTS Terapung Cirata bisa menambah energi bauran bersih,” ucap Respati.
Tekan Emisi Karbon hingga 214 Ribu Ton per Tahun
Dari sisi lingkungan, PLTS Terapung Cirata memiliki potensi besar dalam menurunkan emisi karbon dioksida hingga 214.000 ton per tahun.
Dengan capaian tersebut, proyek ini menjadi salah satu proyek strategis nasional dalam mendukung agenda transisi energi bersih dan pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia.





