bogortraffic.com, JAKARTA – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui skema kemitraan menunjukkan perkembangan signifikan dalam upaya meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat di Indonesia.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), PTPN IV PalmCo resmi menempati posisi pertama sebagai perusahaan paling aktif dalam pendampingan program tersebut secara nasional.
Capaian sub-holding PTPN III (Persero) ini mengungguli sejumlah perusahaan besar swasta dalam hal luasan lahan petani yang didampingi.
Hal ini menandai pergeseran strategi pemerintah yang kini lebih menekankan pada penguatan aspek teknis dan transfer teknologi di lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Dwi Nuswantara, merinci peringkat perusahaan pendamping dengan luasan terbesar saat ini.
“Peringkat pertama adalah PTPN atau PalmCo seluas 6.672 hektare. Selanjutnya disusul oleh Sinar Mas seluas 4.426 hektare dan Asian Agri seluas 3.204 hektare,” ujar Dwi Nuswantara.
Keterlibatan korporasi dalam PSR dinilai strategis untuk memastikan dana bantuan tepat sasaran dan menjaga kualitas agronomi sejak tahap penanaman ulang (replanting).
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa peran ini adalah mandat sebagai badan usaha milik negara.
“Sebagai BUMN, kami tidak hanya berorientasi pada kinerja korporasi, tetapi juga berperan sebagai agen pembangunan. Pendampingan ini adalah bentuk komitmen untuk tumbuh bersama petani,” kata Jatmiko K. Santosa.
Jatmiko menambahkan bahwa melalui skema kemitraan ini, petani mendapatkan paket lengkap mulai dari dana bantuan hingga kepastian pasar.
“Melalui skema kemitraan, petani tidak hanya memperoleh bantuan dana, tetapi juga akses terhadap bibit unggul bersertifikat, pendampingan teknis, hingga kepastian pasar hasil panen,” tambahnya.
Sejak berjalan pada 2017, pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp3 triliun setiap tahunnya untuk meremajakan 100.000 hektare kebun rakyat. Namun, tantangan teknis seringkali menghambat serapan dana tersebut.
Model pendampingan yang dilakukan PalmCo diharapkan menjadi solusi atas rendahnya produktivitas kebun rakyat dibandingkan kebun perusahaan.
Dengan praktik budidaya yang lebih baik, hasil panen petani diharapkan meningkat secara signifikan, sekaligus mendorong kesejahteraan petani sawit secara berkelanjutan.
Pemerintah kini mendorong agar pola kemitraan ini direplikasi oleh lebih banyak perusahaan swasta guna mempercepat capaian target PSR nasional.






