bogortraffic.com, CISARUA – Seekor macan tutul yang sebelumnya dilaporkan terjerat di kawasan Gunung Mas, Kampung Batik, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kini telah mendapatkan penanganan medis.
Satwa langka tersebut saat ini dalam kondisi stabil dan tengah menjalani masa observasi intensif.
Direktur Utama Taman Safari Indonesia, Aswin Sumampau, menjelaskan bahwa macan tutul tersebut telah ditempatkan di fasilitas khusus untuk memastikan proses pemulihannya berjalan optimal di bawah pengawasan ketat tenaga ahli.
“Kondisinya stabil dan terus kami pantau secara intensif,” kata Aswin Sumampau dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).
Dalam proses pemulihan satwa ini, Taman Safari Indonesia mengerahkan kekuatan penuh dari departemen life science.
Pemantauan dilakukan selama 24 jam untuk mendeteksi adanya trauma atau luka fisik akibat jeratan tersebut.
“Dalam pemantauan tersebut, pihaknya melibatkan tim life science bersama dokter hewan, paramedik serta kurator,” tambah Aswin.
Pihak Taman Safari Indonesia tidak bergerak sendiri. Tahapan selanjutnya akan melibatkan koordinasi teknis dengan pemangku kepentingan konservasi untuk menentukan langkah jangka panjang bagi sang macan tutul.
Langkah ini mencakup koordinasi bersama Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) dan pihak Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga terkait wilayah habitat asli satwa tersebut.
Aswin menegaskan bahwa pihaknya akan terus transparan dalam memberikan informasi mengenai perkembangan kesehatan satwa tersebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian ekosistem.
“Taman Safari Indonesia berkomitmen mendukung upaya pelestarian satwa liar di Indonesia, serta akan terus memberikan informasi terkini seiring perkembangan situasi,” pungkas Aswin.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga ruang gerak satwa liar di kawasan penyangga hutan agar konflik antara manusia dan satwa dapat diminimalisir di masa mendatang.






