Tergerus Aliran Sungai, Proyek Jembatan Gantung Gunung Putri Longsor Sebelum Rampung

Proyek jembatan gantung Gunungputri longsor akibat tergerus arus sungai setelah hujan deras. Akses pejalan kaki Jembatan Wika terdampak.

bogortraffic.com, BOGOR Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor memicu terjadinya bencana longsor di kawasan infrastruktur. Kali ini, proyek jembatan gantung Gunungputri longsor akibat tebing penyangganya tergerus aliran arus sungai yang meluap pada Minggu (21/6/2026) malam.

Infrastruktur tersebut sedianya dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor sebagai jalur penyeberangan sementara bagi pejalan kaki. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena fasilitas tersebut masih dalam tahap konstruksi dan belum dioperasikan untuk umum.

Bacaan Lainnya

“Jembatan yang longsor tersebut adalah jembatan pejalan kaki yang baru dibuat dan belum digunakan karena belum selesai pembangunan. Penyebabnya karena hujan besar semalam, terjadi longsor dan tergerus luapan sungai juga,” kata Kasi Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, Senin (22/6/2026).

Andi menjelaskan bahwa jembatan gantung darurat tersebut didirikan untuk mengakomodasi mobilitas warga lokal selama jembatan utama, yang populer dikenal sebagai Jembatan Wika, ditutup total. Jembatan Wika yang menjadi penghubung vital lintas wilayah Kecamatan Gunungputri dan Klapanunggal saat ini tengah menjalani restorasi besar yang diprediksi memakan waktu hingga enam bulan.

Selama proses perbaikan jembatan utama berlangsung, skema pengalihan arus lalu lintas telah diterapkan oleh pihak berwenang:

  • Pejalan Kaki: Dialokasikan menggunakan jembatan gantung darurat (yang kini terdampak longsor).

  • Pengendara Kendaraan: Diwajibkan memutar arah dan menggunakan akses alternatif via Jalan Raya Nambo.

Hingga Senin siang, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengonfirmasi belum ada permintaan bantuan evakuasi material secara khusus dari instansi terkait. Hal ini dikarenakan area terdampak merupakan murni ranah pengerjaan teknis struktural di bawah kendali penuh kontraktor Dinas PUPR.

Evaluasi kelayakan dan pembersihan material pascalongsor diharapkan dapat segera diselesaikan secara integratif guna memastikan keselamatan warga yang membutuhkan akses penyeberangan harian di atas sungai tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan