Polresta Bogor Kota Selidiki Dugaan Kasus Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 1,5 Miliar

Polisi Selidiki Dugaan Kasus Arisan Bodong di Bogor, Kerugian Capai Rp 1,5 Miliar. (Foto: Dok. Ist)

bogortraffic.com, BOGOR – Polresta Bogor Kota tengah menyelidiki dugaan kasus arisan bodong yang melibatkan puluhan warga di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Kasus ini diduga menyebabkan kerugian hingga Rp 1,5 miliar bagi para korban.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho, menyatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung, dengan fokus pada pengumpulan keterangan dari saksi-saksi.

Bacaan Lainnya

“Perkara ini masih di tahap penyelidikan. Saat ini kami memanggil saksi-saksi karena jumlahnya banyak dan keterangan yang tidak berkesesuaian,” ujar Aji, Jumat (20/9/2024).

Salah satu korban, R (29), menyebutkan bahwa terduga pelaku, II (30), awalnya menawarkan arisan dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. “Awalnya itu arisan biasa. Orang tergiur karena membeli arisan dengan nominal kecil bisa mendapat hasil yang lebih besar. Misalnya, orang butuh Rp 3 juta hari ini, nanti dapat arisan Rp 5 juta,” kata R.

Namun, setelah semakin banyak peserta yang bergabung, arisan tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda kejanggalan. Para peserta tidak mendapatkan uang yang dijanjikan, dan jumlah korban terus bertambah hingga mencapai 30 orang.

“Setelah ramai, akhirnya membeludak. Korbannya sampai 30 orang dan kerugiannya hampir menyentuh Rp 1,5 miliar,” ungkap R, yang mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 30 juta.

R juga menambahkan bahwa ia harus bertanggung jawab atas dua orang yang dia ajak untuk bergabung. “Saya harus ganti uang mereka pakai gaji saya sendiri. Sampai sekarang masih nyicil,” ujarnya. Salah satu pembayaran yang telah ia lunasi sebesar Rp 12 juta, namun cicilan lainnya baru terbayar Rp 2 juta dari total Rp 22 juta.

Mayoritas korban ikut bergabung dalam arisan tersebut karena latar belakang keluarga terduga pelaku yang dikenal baik di lingkungan mereka. “Orang percaya karena keluarganya terpandang di situ, dan mereka asli dari sana,” kata R.

Kasus ini masih terus ditangani oleh pihak kepolisian untuk mencari tahu kebenaran dan menindaklanjuti dugaan penipuan yang melibatkan sejumlah warga Cimahpar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan