​Pertama di Dunia, Festival Kopyor 2026 Perkuat Visi Bogor City of Gastronomy

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim

bogortraffic.com, KOTA BOGOR— Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memacu hilirisasi sektor kuliner berbasis potensi lokal yang unik. Langkah strategis ini ditegaskan kembali melalui gelaran Festival Kopyor 2026 di Kebun Kopyor Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Bogor, Sabtu (11/7/2026).

Event makro ini dirancang sebagai motor penggerak untuk mengukuhkan identitas daerah dalam mewujudkan visi Bogor City of Gastronomy.

Bacaan Lainnya

​Pengembangan klaster pangan inovatif ini bertumpu pada keunggulan riset, sains, dan kekuatan ekonomi kreatif yang melibatkan kolaborasi multisektoral.

​”Ini merupakan potensi hulu yang sangat luar biasa dan langka. Tidak ada daerah lain di Indonesia yang memiliki kebun kopyor dengan bentang lahan seluas ini. Saya ingin mengolaborasikan aset riset ini dengan program Pemkot Bogor guna mewujudkan kota riset, sains, dan kreatif yang maju serta berkelanjutan,” ungkap Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Sabtu (11/7/2026).

​Kebun Kopyor Bogor yang kini mulai dibuka secara resmi untuk publik menorehkan catatan bersejarah di kancah global. Destinasi hijau ini menjadi pusat integrasi pertama di dunia yang sukses mengawinkan fungsi agronomi tanaman dengan industri pariwisata modern.

​Melalui festival ini, hasil riset akademis tidak lagi mengendap di laboratorium, melainkan didekatkan langsung ke rantai pasar masyarakat guna mendongkrak ekonomi para pelaku UMKM kuliner.

Komoditas Langka: Kelapa kopyor dipromosikan sebagai salah satu varietas unggul asli kelapa Indonesia, sekaligus menjadi satu-satunya varietas unik yang diakui dunia.

Modal Kolaborasi: Aset lahan ini disiapkan menjadi laboratorium alam bagi peneliti, mahasiswa perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam meramu inovasi pangan baru.

Dorong Inovasi Kuliner dan Peluang Ekonomi UMKM

​Wakil Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Riza Arief Putranto, menjelaskan bahwa Festival Kopyor 2026 menjadi momentum krusial untuk mengedukasi masyarakat mengenai nilai ekonomi tinggi dari komoditas kelapa kopyor.

​Sinergi kuat antara validasi riset hulu, pengembangan menu gastronomi, dan pariwisata diharapkan mampu melahirkan ekosistem ekonomi baru yang berdaya saing tinggi bagi Kota Hujan.

​”Tujuan utama pembukaan Kebun Kopyor ini adalah memperkenalkan kelapa kopyor Indonesia ke panggung internasional. Melalui sinergi erat bersama Pemkot Bogor, kami optimis potensi hilirisasi kelapa kopyor ini mampu melahirkan inovasi kuliner baru, memperkuat daya tarik wisata daerah, sekaligus membuka keran kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat luas,” pungkas Riza.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan