bogortraffic.com, BOGOR – Kehadiran joki penunjuk arah di jalur wisata Puncak Bogor kerap menjadi perbincangan publik.
Di satu sisi, jasa mereka dibutuhkan pengendara yang ingin cepat sampai tujuan melalui jalur alternatif.
Namun di sisi lain, keberadaannya juga kerap meresahkan karena mematok tarif tidak wajar dan memicu persoalan lalu lintas.
Tak jarang, pihak kepolisian harus turun tangan mengamankan joki penunjuk arah yang dianggap meresahkan wisatawan. Namun, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto melihat persoalan tersebut dari sudut pandang berbeda.
Alih-alih memberantas, Polres Bogor justru melakukan pendekatan pemberdayaan. Para joki penunjuk arah kini difasilitasi menjadi Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) untuk membantu mengurai kepadatan di jalur alternatif kawasan Puncak Bogor.
Untuk menegaskan legalitas dan identitas, para Supeltas dibekali rompi hijau stabilo serta topi berwarna biru. Keberadaan mereka diharapkan mampu membantu kelancaran arus lalu lintas, terutama saat terjadi kepadatan ekstrem di jalur wisata.
“Tidak malah sebaliknya seperti yang biasa terjadi, hadirnya joki malah membuat kemacetan. Jadi kita ubah yang tadinya joki-joki merupakan ancaman, kita ubah menjadi sebuah peluang dan kita berdayakan mereka sebagai sukarelawan pemandu lalu lintas,” ujar AKBP Wikha Ardilestanto melansir TribunnewsBogor (26/12/2025).
Saat ini, terdapat sekitar 60 Supeltas yang diberdayakan dan disebar di berbagai titik strategis sepanjang jalur alternatif Puncak Bogor. Meski berstatus sukarelawan, mereka tetap memperoleh insentif guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, insentif tersebut diberikan melalui kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor. Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap Supeltas menerima uang saku Rp100 ribu per hari serta makan siang.
“Karena perhitungan dari hotel-hotel yang ada di kawasan Puncak, apabila kawasan Puncak itu dikenal karena macet, otomatis itu akan berimbas pada okupansi hotel tersebut. Maka dari PHRI dan pihak-pihak hotel yang ada di kawasan Puncak juga sangat support terhadap apa yang dilakukan,” katanya.
Program Supeltas ini dinilai menjadi solusi win-win, tidak hanya membantu kelancaran lalu lintas dan kenyamanan wisatawan, tetapi juga memberikan sumber pendapatan yang lebih tertata dan manusiawi bagi warga lokal di kawasan Puncak Bogor.





