DKP Kabupaten Bogor Kampanyekan Pangan Lokal lewat Program Kreatif di Bogorfest 202

Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan DKP Kabupaten Bogor, Rosi Luliastini

bogortraffic.com, BOGOR- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor terus menggencarkan kampanye konsumsi pangan lokal yang sehat, bergizi, dan aman, terutama di kalangan generasi muda.

Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif dalam ajang Kabogorfest 2025, termasuk peluncuran program tematik dan demo masak olahan pangan lokal.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan DKP Kabupaten Bogor, Rosi Luliastini, menjelaskan bahwa rendahnya minat anak muda terhadap pangan lokal menjadi tantangan tersendiri.

“Banyak anak muda kurang tertarik pada pangan lokal karena tampilannya dianggap kurang menarik. Padahal, dengan teknik pengolahan yang tepat, pangan lokal bisa diubah menjadi cake, bolu, atau bahkan camilan kekinian seperti singkong Thailand,” ujar Rosi

Rosi menekankan bahwa pangan lokal memiliki keunggulan dibandingkan pangan impor, terutama dari sisi kandungan gizi dan keamanan karena diproduksi oleh petani lokal.

“Ini bukan hanya tentang makanan sehat, tapi juga upaya memperkuat ekonomi daerah dan mendukung UMKM,” tambahnya.

Program Tematik dan Inovatif

Sebagai bagian dari kampanye ini, DKP Kabupaten Bogor memperkenalkan sejumlah program kreatif bertema unik yang ditujukan untuk mendorong konsumsi pangan lokal:

  • Selasa: Masasi (Mari Santap Singkong)

  • Rabu: Cintahuy (Cinta Tahu dan Singkong)

  • Jumat: Jumat Sori Tu Say Bu (Sok Riryungan Tuang Sayur Buah)

Program ini menyasar rutinitas masyarakat, khususnya generasi muda dan lingkungan kantor, agar secara sadar mengonsumsi bahan pangan lokal secara rutin.

Menurut data BPS, konsumsi umbi-umbian masyarakat Bogor baru mencapai 37 gram per kapita per hari dari angka ideal 95 gram. Begitu juga konsumsi sayur dan buah yang masih di bawah standar gizi seimbang.

“Ini alarm bagi kita semua. Karenanya, DKP mendorong seluruh instansi pemerintah, termasuk menu rapat dinas, agar memprioritaskan olahan pangan lokal,” jelas Rosi.

Dalam ajang Bogorfest 2025, DKP juga menggelar Demo Masak Olahan Pangan Lokal yang dipandu oleh chef dari Indonesia Chef Association (ICA). Kegiatan ini ditujukan untuk mengedukasi masyarakat, terutama ibu rumah tangga, agar lebih kreatif dalam mengolah bahan lokal seperti singkong dan ubi.

“Tujuannya adalah agar pangan lokal tak hanya bergizi tapi juga digemari anak-anak dan remaja,” ujar Rosi.

DKP juga menyelenggarakan berbagai kegiatan selama Bogorfest, antara lain:

  • Gerakan Bagi Sayuran (BAGAS): Menekan food waste dari sayur dan buah yang tampilannya tak sempurna namun masih layak konsumsi.

  • Gerakan Pangan Murah (GPM): Menstabilkan harga dan menjaga daya beli masyarakat.

  • Gempar Beriman: Kampanye konsumsi pangan segar yang memiliki izin edar dari BPOM atau instansi berwenang.

“Semua gerakan ini bagian dari strategi jangka panjang mewujudkan ketahanan pangan daerah yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan,” pungkas Rosi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan