bogortraffic.com, SURAKARTA – Berawal dari kepedulian terhadap potensi lingkungan sekitar, Kinanti Arum Sedah Mirah sukses membangun Sedhah Corner, sebuah usaha kerajinan tangan (fiber art) yang berbasis di Surakarta, Jawa Tengah.
Tak sekadar mengejar profit, UMKM kreatif ini tumbuh dengan misi memberdayakan warga sekitar rumah produksi dalam setiap proses karyanya.
Sedah mengungkapkan, ide mendirikan usaha ini muncul karena ia melihat banyak masyarakat di sekelilingnya yang memiliki waktu dan potensi besar untuk berkreasi, namun minim wadah.
“Saya ingin mengajak mereka untuk ikut berkarya. Dari situ akhirnya terbentuk tim Sedhah Corner yang berasal dari lingkungan sekitar,” ujar Sedah.
Sedhah Corner konsisten mengembangkan produk makrame dan rajut sejak tahun 2019, saat Sedah masih duduk di bangku SMA.
Seluruh produknya merupakan buatan tangan (handmade) dengan ciri khas penggunaan bahan alami seperti benang katun dan pewarna dari indigofera, secang, hingga tingi.
Selain fokus pada produksi, Sedhah Corner aktif menggelar kelas kerajinan gratis bagi perempuan dan anak-anak.
Melalui strategi pemasaran digital di Instagram, TikTok, hingga Shopee, produknya telah menjangkau pelosok Indonesia, termasuk pesanan dari Merauke, Papua Selatan.
Keikutsertaan Sedhah Corner dalam ajang Campuspreneur yang digelar Kementerian Perdagangan bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 1—2 April 2026 menjadi titik balik penting bagi pengembangan usahanya. Sedah mengaku mendapatkan perspektif baru dalam hal manajemen produk.
“Saya mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti coaching clinic yang digelar Kemendag di sela-sela peluncuran program Campuspreneur, antara lain terkait penyesuaian desain produk dan penyematan label merek di bagian luar agar lebih terlihat. Harapannya, ke depan Sedhah Corner bisa lebih tertata dan berkembang lebih baik,” kata Sedah.
Menanggapi keberhasilan para wirausaha muda ini, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Hartono, menekankan pentingnya program ini dalam mencetak regenerasi pengusaha nasional.
“Program Campuspreneur menjadi langkah strategis untuk mendorong mahasiswa menjadi pencipta lapangan kerja. Ia berharap, melalui program ini akan lahir lebih banyak wirausaha muda yang mampu menembus pasar ekspor dan memperkuat daya saing produk Indonesia,” ujar Hartono.
Menghadapi persaingan pasar yang ketat, Sedah terus berinovasi dan membuka peluang untuk merambah pasar mancanegara.
Kepada para pemuda yang ingin memulai bisnis, ia menekankan bahwa keberanian adalah kunci utama.
“Tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai berwirausaha. Kita akan berkembang seiring proses yang kita lakukan,” pungkas Sedah.





