Produk Kosmetik Indonesia Tembus Pasar Filipina dan Raup Rp26 Miliar

produk kosmetik Indonesia tembus pasar Filipina.

bogortraffic.com, MANILA— Industri kecantikan dan perawatan personal (skincare) tanah air sukses menancapkan taringnya di kancah regional.

Pada partisipasi perdananya di ajang pameran kosmetik terbesar di Filipina, Cosmobeauté Philippines 2026, produk kosmetik Indonesia tembus pasar Filipina dengan membukukan potensi transaksi ekspor fantastis senilai Rp26,35 miliar.

Bacaan Lainnya

​Pameran bergengsi hulu-ke-hilir yang berlangsung di World Trade Center (WTC) Pasay, Metro Manila ini diikuti oleh 250 peserta dari 26 negara dan menyedot perhatian lebih dari 8.000 pengunjung.

​“Torehan positif pada keikutsertaan pertama ini menjadi indikator kuat bahwa produk perawatan personal buatan dalam negeri memiliki daya saing tinggi. Potensi transaksi ini menandai tingginya minat pasar Filipina. Kami optimistis produk kosmetik Indonesia yang berkualitas mampu bersaing secara kompetitif,” ungkap Atase Perdagangan (Atdag) RI Manila, Rahayu Ningsih, dalam rilis resminya, Kamis (16/7/2026).

​Paviliun Indonesia seluas 36 meter persegi bentukan Kantor Atdag RI Manila bersama Direktorat Ekspor Produk Manufaktur Kemendag memfasilitasi delapan korporasi terpilih.

Merek terpilih tersebut di antaranya PT Victoria Care Indonesia Tbk, PT Akasha Wira International Tbk, PT AVO Innovation Technology, hingga PT Fabindo Sejahtera.

​Lini produk yang dipamerkan terbukti memikat draf perhatian para pembeli (buyer) lintas negara melalui ragam varian produk:

  • ​Kosmetik riasan wajah dan serum fungsional.
  • ​Losion tubuh, perawatan rambut, serta produk kebutuhan bayi.
  • ​Minyak atsiri premium dan layanan jasa maklun (Original Equipment Manufacturer/OEM).

​Selama pameran berlangsung, para eksportir nasional rata-rata mendapatkan draf kunjungan penjajakan bisnis (business matching) dari 20 perusahaan internasional per hari, termasuk peminat asal Turki, Thailand, Taiwan, dan Korea Selatan.

​Berdasarkan tinjauan makro ekonomi, Filipina merupakan mitra dagang yang sangat strategis dan menduduki posisi ke-8 sebagai negara tujuan ekspor utama Indonesia dengan total nilai perdagangan bilateral mencapai USD 12,02 miliar pada tahun 2025.

​Khusus untuk klaster industri kecantikan (kode HS 3304), draf penguasaan produk Indonesia saat ini baru menyentuh angka 4,47 persen dari total pangsa pasar di Filipina.

Atdag RI Manila mencatat terjadinya pergeseran gaya hidup pascapandemi yang memicu lonjakan kesadaran konsumen Filipina terhadap kesehatan kulit.

​”Perubahan perilaku konsumen lokal di Filipina yang kini jauh lebih peduli pada kesehatan kulit harus ditangkap secara taktis. Potensi ini menjadi stimulus besar bagi para pelaku usaha kosmetik Indonesia untuk mengeskalasi volume ekspor secara berkelanjutan hulu-ke-hilir,” pungkas Rahayu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan