bogortraffic.com, MEDAN— Komitmen pemerataan akses pendidikan bermutu tinggi bagi masyarakat prasejahtera di Sumatra Utara resmi bergulir.
Pasca-rampung dikerjakan oleh Kementerian PU bangun Sekolah Rakyat Medan (SRT) 2 pada awal Juli lalu, kompleks pendidikan terpadu ini langsung memfungsikan kawasannya untuk menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).
Pada tahun ajaran perdana ini, fasilitas hulu-ke-hilir tersebut siap menampung draf aktivitas belajar mengajar bagi 270 siswa gelombang pertama yang berasal dari Kota Medan dan sekitarnya.
”Pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan modern berstandar internasional. Kementerian PU memastikan fasilitas ini dikebut secara cepat dan berkualitas guna mendukung draf implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” tegas Menteri PU, Dody Hanggodo.
Berdiri di atas draf lahan seluas 6,01 hektare di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, SRT 2 Kota Medan dirancang dengan kapasitas total makro mencapai 1.080 siswa (540 siswa SD, serta masing-masing 270 siswa SMP dan SMA). Pada MPLS kali ini, draf daya tampung terisi oleh 60 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 120 siswa SMA.
Proyek strategis yang digarap oleh KSO PT Nindya Karya (Persero) bersama mitranya ini menelan anggaran APBN sebesar Rp258 miliar.
Kompleks terintegrasi ini dilengkapi sarana prasarana premium:
- Akomodasi & Belajar: Gedung kelas modern (kapasitas 30 siswa per kelas), laboratorium, asrama siswa, dan rumah susun guru.
- Utilitas & Keamanan: Gedung serbaguna, masjid, instalasi air bersih dan pengolahan limbah mandiri, serta sistem pengawasan CCTV.
- Minat Bakat: Lapangan olahraga basket dan lapangan sepak bola mini soccer.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SRT 2 Kota Medan, Lastiar Pasaribu, mengonfirmasi seluruh draf ruang kelas telah siap 100 persen dilengkapi meja, kursi, dan papan tulis. Setelah MPLS usai, tim pengajar juga telah menyiapkan draf modul pembelajaran matrikulasi interaktif.
Kehadiran sekolah ini memicu haru dan antusiasme tinggi dari para orang tua murid, khususnya dari kalangan keluarga kurang mampu yang kini bisa melihat anak-anak mereka kembali mengenyam draf pendidikan formal secara gratis dengan fasilitas bintang lima.
”Fasilitas megah ini diharapkan menjadi stimulus makro untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Kami di Kementerian PU berharap seluruh infrastruktur fisik yang diserahterimakan ini dapat dioptimalkan secara berkelanjutan demi menjamin draf masa depan anak-anak bangsa yang membutuhkan,” pungkas Dody.





