bogortraffic.com, BOGOR – Sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, Lintasarta semakin menegaskan posisinya sebagai pilar utama yang menopang konektivitas kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia.
Melalui penguatan jaringan ultra-high-speed koneksi yang andal, aman, dan berkinerja tinggi, Lintasarta kini berada di garis depan dalam mendukung percepatan transformasi digital Indonesia di era AI.
Lintasarta menyediakan layanan connectivity Business-to-Business (B2B) yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan bandwidth besar seperti cloud computing, multi-cloud services, AI, hingga GPU-as-a-Service.
Layanan ini dibangun di atas arsitektur super-core 800 Gigabit Ethernet (800GE) dan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing Generasi Baru (DWDM-Ng), menghadirkan konektivitas latensi rendah, stabilitas prima, dan keamanan berlapis.
Infrastruktur ini menjadikannya fondasi penting bagi perusahaan yang mengandalkan cloud, big data, dan aplikasi berbasis AI.
Sebagai bagian dari modernisasi infrastruktur dan penguatan solusi 4C (Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration), Lintasarta kini mengoperasikan jaringan berkapasitas total 96 Tbps yang menjangkau seluruh Indonesia, khususnya di Jawa dan Sumatera.
Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan industri akan konektivitas berkecepatan tinggi, Lintasarta menghadirkan Network-as-a-Service (NaaS).
Solusi ini memberikan fleksibilitas, efisiensi biaya, serta keandalan tinggi, khususnya dalam menjawab tuntutan terhadap low-latency connectivity dan multi-cloud access—dua komponen kunci dalam mempercepat transformasi digital di tanah air.
“Lintasarta berkomitmen menjadi mitra strategis dalam membangun fondasi digital Indonesia, khususnya dalam ekosistem AI. Kami tidak hanya menyediakan konektivitas, melainkan menghadirkan trusted digital infrastructure yang mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi masa depan,” ujar Zulfi Hadi, Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta.
Zulfi menambahkan, jaringan inti diperkuat melalui penerapan teknologi DWDM-Ng dengan kemampuan 1,2 Tbps per lambda serta sistem optical switching terbaru.
Konektivitas premium berlatensi rendah ini menjadikan Lintasarta salah satu tulang punggung utama bagi perusahaan yang bergerak menuju AI-driven enterprise.
Lintasarta, yang memiliki warisan kepercayaan sebagai mitra digital tepercaya bagi sektor perbankan dan industri strategis nasional selama lebih dari tiga dekade, kini memperluas kontribusinya.
Melalui perannya sebagai AI Factory, Lintasarta menjadi enabler ekosistem AI Indonesia, menjembatani kolaborasi antara industri, akademisi, dan pemerintah.
Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana konektivitas yang kuat, aman, dan cerdas menjadi fondasi kemajuan ekonomi digital nasional.
Lintasarta siap menjadi salah satu penggerak utama menuju masa depan digital Indonesia yang berdaulat dan berdaya melalui teknologi berbasis AI.





