Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor, Fenomena Langka yang Dinanti

Bunga bangkai raksasa Amorphopallus titanum mekar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/2/2026).

bogortraffic.com, BOGOR – Koleksi Amorphophallus titanum atau yang dikenal sebagai bunga bangkai raksasa akhirnya mekar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

Peristiwa langka ini kembali menarik perhatian publik dan peneliti karena siklus mekarnya yang sangat jarang terjadi.

Bacaan Lainnya

Amorphophallus titanum legendaris tersebut mulai memasuki fase awal menuju mekar di area koleksi bunga bangkai, tepatnya di tebingan Mata Air Kahuripan, pada Minggu, 25 Januari 2026.

Puncaknya terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026, ketika bunga mulai menampakkan keindahannya dan mekar sempurna pada malam hari.

“Pada Kamis, 5 Februari 2026, bunga bangkai mencapai fase mekar penuh. Tongkol menjulang hingga 140 cm, dengan diameter bunga mencapai 56 cm. Tepat pukul 00.24 WIB, seludang bunga terbuka sempurna, menandai klimaks dari peristiwa langka yang hanya berlangsung singkat,” kata Horticulture Senior Manager PT Mitra Natura Raya, Pengelola Kebun Raya Bogor, Yudhistira, melalui keterangan di Jakarta, Sabtu.

Menurut Yudhistira, mekarnya bunga bangkai raksasa bukan sekadar peristiwa botani, melainkan juga pengingat akan keajaiban siklus alam serta pentingnya upaya konservasi tumbuhan langka.

Ditanam Sejak 1992, Mekar Setelah Penantian Panjang

Peneliti Ahli Madya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dian Latifah, menjelaskan bahwa tumbuhan tersebut merupakan salah satu koleksi Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 11 September 1992, dengan bibit berasal dari Jambi.

Ia memaparkan bahwa proses penyerbukan bunga bangkai raksasa di alam bebas memerlukan bantuan serangga penyerbuk yang harus terbang jauh, bahkan hingga berpuluh-puluh kilometer, untuk membawa serbuk sari dari bunga lain yang mekar bersamaan agar dapat menghasilkan buah dan biji.

“Sedangkan di Kebun Raya harus dibantu manusia (hand pollination). Bunga jantan dan betinanya tidak masak bersamaan,” ungkapnya.

Dian menilai masyarakat perlu menyaksikan langsung proses mekarnya bunga bangkai raksasa ini karena merupakan kejadian langka dan sangat ditunggu-tunggu oleh pecinta flora dan peneliti.

Ia menjelaskan bahwa bunga dengan nomor koleksi VI.C.489 terakhir kali mekar pada tahun 2020 di Kebun Raya Bogor. Sementara bunga yang saat ini mekar adalah koleksi nomor 382, setelah menunggu selama 12 tahun.

Hal tersebut terjadi karena Amorphophallus titanum memiliki siklus hidup unik, yang terdiri dari fase vegetatif dan generatif, serta diselingi fase dorman atau masa istirahat.

“Masyarakat dapat melihat perbedaan dengan bunga bangkai lainnya seperti suweg (Amorphophallus paeniifolius), Rafflesia arnoldii, atau Rafflesia hasseltii. Meskipun sebutannya bunga bangkai raksasa, namun sebenarnya bunga jantan dan betinanya hanya kecil-kecil mengelompok saja di bagian bawah spadiks-nya yang menjulang tinggi,” tutur Dian Latifah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan