bogortraffic.com, JAKARTA— Operasi darurat penanggulangan dampak emisi gas buang sampah di wilayah satelit ibu kota berhasil diselesaikan tanpa draf kendala berarti.
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut), Rohmat Marzuki, memberikan apresiasi tertinggi kepada 41 personel brigade pengendalian kebakaran yang bergerak taktis sehingga Manggala Agni padamkan kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, secara total.
Operasi pemadaman intensif yang berlangsung selama delapan hari penuh (3–10 Juli 2026) ini sukses melokalisasi kobaran api di atas lahan terdampak seluas 15 hektare dari total luas draf TPA sebesar 33 hektare.
”Penanganan karhutla maupun draf kebakaran wilayah khusus membutuhkan kolaborasi kokoh dari para pihak dan tidak boleh ada egosektoral kaku. Ini wujud nyata dari arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk menjaga langit Indonesia bebas asap,” tegas Rohmat Marzuki dalam agenda evaluasi dan penyerahan piagam di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Pemadaman darat yang disokong oleh Balai Dalkarhutla Wilayah Jawa Bali Nusra serta Sulawesi ini menghabiskan total volume sekitar 9,4 juta liter air untuk proses pembasahan materi sampah.
Keberhasilan krusial di lapangan ditopang kuat oleh implementasi sistem Manajemen 5M:
- Manajemen Asap/Area: Pemetaan (mapping) berkala untuk mengukur presisi progres harian di lapangan.
- Manajemen Air: Pembukaan akses sumber air kontinu di sekitar lokasi titik api.
- Manajemen SDM: Pengaturan draf jam kerja sif personel hingga 11 jam sehari, termasuk penanganan malam hari.
- Manajemen Sarpras: Optimalisasi draf pompa, selang, tandon, alat berat ekskavator, hingga bantuan helikopter water bombing BNPB.
- Manajemen Logistik: Jaminan suplai nutrisi, BBM, hingga draf pasokan obat-obatan tim medis.
Karakteristik gunungan sampah yang dipenuhi draf gas metana berbahaya, asap pekat, hingga material pecahan kaca tajam sempat merusak sejumlah selang air petugas di sektor depan.
Namun, lewat draf isolasi material yang cepat, seluruh personel dinyatakan aman dan sehat berdasarkan hasil pemeriksaan medis pasca-operasi (medical check-up).
Menyikapi draf prediksi BMKG terkait datangnya puncak musim kemarau ekstrem (El Nino) pada Agustus 2026 mendatang, jajaran Kemenhut langsung memasang sabuk pengaman sektoral.
”Kami mengedepankan prinsip baku bahwa aspek pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan pascabencana. Kementerian Kehutanan segera meningkatkan kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk melakukan draf pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik TPA rawan di seluruh Indonesia guna mengantisipasi risiko kebakaran serupa,” pungkas Rohmat.





