bogortraffic.com, BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan tiga unit rumah rusak akibat angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Citeureup dan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Peristiwa tersebut terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Bogor sejak awal pekan. Dampaknya, tembok dan atap rumah warga dilaporkan ambruk.
“Dikarenakan hujan deras disertai angin di wilayah Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, mengakibatkan satu unit rumah terdampak. Tembok samping dan tengah ruangan kamar tidur ambruk, menimpa ruangan tengah,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, dalam keterangan tertulis, Selasa (4/11/2025).
Selain di Citeureup, kerusakan juga terjadi di Desa Wanaherang, Kecamatan yang sama. Rumah milik warga yang dihuni tiga jiwa itu mengalami kerusakan cukup parah di bagian atap dan tembok ruang tengah.
“Rumah yang sudah rapuh serta adanya angin kencang pada hari Senin, 3 November 2025, mengakibatkan kerusakan pada bagian ruangan tengah dan atap. Ruangan terdampak sudah dikosongkan, karena dikhawatirkan bilamana hujan deras dan angin kencang kembali mengalami kerusakan dan membahayakan,” ujar Adam.
BPBD Kabupaten Bogor segera menurunkan tim reaksi cepat (TRC) untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat di lokasi terdampak.
Pihak BPBD juga berkoordinasi dengan aparatur desa serta relawan kebencanaan untuk membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah Bogor bagian timur dan selatan yang kerap terdampak angin kencang serta hujan intensitas tinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bogor, yang diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.
BPBD Kabupaten Bogor mengingatkan agar warga segera melapor apabila terjadi kerusakan rumah atau tanda-tanda bencana susulan, serta menjauhi area rawan longsor dan pepohonan besar saat hujan deras.





