bogortraffic.com, BOGOR— Pembangunan kawasan pendidikan terpadu di wilayah barat Kabupaten Bogor terus dikebut demi mengejar kalender akademik baru.
Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan infrastruktur Sekolah Rakyat Jasinga Bogor gratis sudah dapat difungsikan secara bertahap pada 31 Juli 2026 guna memfasilitasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.
Kemensos dan Pemkab Bogor telah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku pelaksana konstruksi hulu-hilir di lapangan agar target fungsional tersebut terealisasi tepat waktu.
”Harapan kami pada tanggal 31 Juli nanti, anak-anak didik baru sudah bisa masuk untuk melaksanakan program MPLS di bagian gedung yang fungsional. Sementara untuk keseluruhan penyelesaian draf pembangunan fisik dijadwalkan rampung total pada pertengahan Agustus 2026,” ujar Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, usai meninjau lokasi di Jasinga, Senin (13/7/2026).
Proyek infrastruktur pendidikan strategis ini didirikan di atas lahan perbukitan seluas 6,96 hektare di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, pada ketinggian 161 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dengan kapasitas daya tampung mencapai 1.080 siswa, Sekolah Rakyat permanen ini melayani jenjang pendidikan lengkap mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Fasilitas makro yang dibangun meliput:
- Kompleks ruang kelas modern dan gedung serbaguna.
- Klaster asrama siswa terpisah (putra dan putri) serta asrama guru.
- Sarana olahraga terintegrasi.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pendirian Sekolah Rakyat ini merupakan wujud nyata kehadiran negara untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur afirmasi pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
Seluruh peserta didik yang lolos seleksi akan dibebaskan dari segala bentuk biaya operasional.
Mereka mendapatkan fasilitas asrama tinggal, seragam sekolah, pemenuhan makan tiga kali sehari, hingga buku panduan belajar secara cuma-cuma.
”Masyarakat yang kurang mampu kini berhak mendapatkan fasilitas dan sistem pendidikan berspesifikasi tinggi, setara dengan sekolah swasta mahal di Indonesia. Di sini semuanya 100 persen gratis. Ini adalah investasi makro terbaik untuk jangka panjang dalam mempersiapkan SDM sepuluh tahun ke depan yang tangguh dan layak berkompetisi,” pungkas Rudy.





