bogortraffic.com, JAKARTA— Pemerintah menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia 2026 tetap berada dalam posisi yang kuat dan solid di tengah dinamika pergerakan nilai tukar rupiah.
Sinergi ketat antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus dilakukan guna memonitor pasar keuangan secara intensif.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengimbau masyarakat untuk tidak panik secara berlebihan.
Menurutnya, daya tahan ekonomi nasional saat ini sangat memadai untuk merespons ketidakpastian global maupun domestik.
”Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” ujar Prasetyo.
Senada dengan Mensesneg, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I-2026 bukan sekadar angka statistik di atas kertas, melainkan cerminan aktivitas riil di masyarakat.
Pemerintah terus melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan roda ekonomi bergerak dengan baik.
Kunjungan ke pusat perdagangan, pasar tradisional, hingga pusat perbelanjaan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta terpantau tetap tinggi.
Menkeu Purbaya juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat pada momen libur panjang baru-baru ini sebagai salah satu indikator kuat bahwa daya beli domestik masih sangat bergeliat.
”Libur panjang pekan lalu juga saya lihat ramai sekali orang berwisata, kawasan wisata pemandian air panas di Cipanas, Garut penuh wisatawan, hotel dan penginapan sekitar kawasan itu juga penuh. Artinya, masyarakat tetap punya daya beli yang menggerakkan perekonomian,” pungkas Menkeu Purbaya.
Melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang erat, pemerintah optimistis momentum pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap terjaga sekaligus mempertahankan kepercayaan para pelaku usaha serta investor di tanah air.





