Perkuat Ketahanan Air, Kemenko Infrastruktur Tinjau Proyek Bendungan Jenelata

Deputi Kemenko Infrastruktur Rachmat Kaimuddin tinjau Bendungan Jenelata (20% progres) dan Inpres Irigasi Kampili (84% progres) di Gowa. Targetkan irigasi 23.340 ha, kendalikan banjir, & suplai 6,05 m³/detik air baku.

bogortraffic.com, BOGOR- Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin, melakukan kunjungan kerja ke proyek pembangunan Bendungan Jenelata dan lokasi pelaksanaan pekerjaan saluran tersier Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 di Daerah Irigasi Kampili, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Jumat (7/11/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung progres pembangunan serta memastikan pelaksanaan program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Deputi Rachmat menyampaikan bahwa pembangunan Bendungan Jenelata dan kegiatan Inpres di Daerah Irigasi Kampili merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan air dan pangan di Sulawesi Selatan.

“Kami berharap proyek ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Deputi Rachmat.

Bendungan Jenelata yang berlokasi di Kabupaten Gowa saat ini mencatat progres pembangunan sebesar 20 persen dan ditargetkan rampung pada tahun 2028.

Dengan tampungan efektif sebesar 174,5 juta meter kubik, Bendungan Jenelata akan:

  • Mengairi irigasi: 23.340 hektare lahan pertanian.
  • Menyediakan air baku: 6,05 meter kubik per detik.
  • Mengendalikan banjir: Mengurangi debit Sungai Jenelata dari 1.800 meter kubik per detik menjadi 686 meter kubik per detik.

Selain itu, bendungan ini berpotensi mendukung penyediaan energi bersih melalui pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 7 megawatt dan PLTS terapung sebesar 244 megawatt, serta berpeluang menjadi destinasi wisata baru.

Deputi Rachmat juga meninjau saluran tersier L.12.Ka di Daerah Irigasi (D.I.) Kampili, Gowa, yang menjadi lokasi kegiatan Inpres Nomor 2 Tahun 2025. Progres pekerjaan rehabilitasi saluran tersier tersebut telah mencapai 84 persen.

D.I. Kampili, dengan luas layanan 10.545 hektare, untuk pertama kalinya berhasil melakukan penanaman padi pada Musim Tanam III (MT III) tahun 2025 dengan capaian Indeks Pertanaman (IP) 253.

“Melalui rehabilitasi saluran tersier yang dilaksanakan melalui program Inpres Nomor 2 Tahun 2025, aliran air menjadi lebih efisien dan berkelanjutan, mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta percepatan program swasembada pangan nasional,” jelas keterangan Kemenko Infrastruktur.

Rehabilitasi pada tiga saluran tersier sepanjang 2,25 kilometer ini, yang semula berupa saluran tanah menjadi konstruksi permanen, diharapkan dapat memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh petani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan