bogortraffic.com, BANDAR LAMPUNG — PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Panjang terus memperkuat perannya dalam mendukung upaya ketahanan pangan nasional melalui kelancaran distribusi pupuk untuk sektor pertanian.
Langkah ini diwujudkan melalui optimalisasi layanan bongkar muat yang andal dan terintegrasi di wilayah Lampung dan Sumatera Bagian Selatan.
Terbaru, PTP Nonpetikemas Cabang Panjang melaksanakan kegiatan bongkar muat pupuk curah jenis Phonska sebanyak 7.000 ton di Terminal Curah Kering. Komoditas milik PT Pupuk Indonesia yang diwakili oleh PT Petrokopindo Cipta Selaras ini diangkut menggunakan kapal KM Bunga Teratai dari Pelabuhan Gresik, Jawa Timur.
Kapal mulai sandar pada 23 April 2026 dan proses bongkar direncanakan berlangsung hingga 25 April 2026. Guna menunjang kelancaran operasional, perusahaan memanfaatkan fasilitas modern seperti Gantry Luffing Crane, Hopper, dan Grab.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Panjang, Doddy Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, khususnya komoditas strategis seperti pupuk yang menjadi nyawa bagi sektor pertanian.
“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk sebagai komoditas strategis nasional. Melalui dukungan fasilitas dan pelayanan operasional yang optimal, kami berharap proses distribusi ini dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu, sehingga mampu menunjang kebutuhan industri pupuk serta sektor pertanian di wilayah ini,” ujar Doddy (23/04/26).
Pupuk Phonska tersebut nantinya akan digunakan dalam kegiatan pertanian, khususnya tanaman padi dan buah-buahan yang merupakan komoditas unggulan ekspor Provinsi Lampung.
Produktivitas PTP Nonpetikemas Cabang Panjang pada triwulan pertama ini menunjukkan tren positif, di mana throughput curah kering tumbuh 5% melampaui target perusahaan. Pencapaian ini didorong oleh transformasi digital melalui sistem PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose) dalam kerangka Integrated Planning Control.
Liestya Ary Anggraini, ASM Komunikasi Perusahaan & CSR PTP Nonpetikemas, menjelaskan bahwa pengalaman menangani berbagai jenis kargo menjadi fondasi kuat perusahaan.
“Didukung jaringan operasional di 11 wilayah pelabuhan di Indonesia bagian barat, PTP Nonpetikemas sebagai bagian dari Pelindo Group terus memperkuat layanan terminal nonpetikemas yang andal dan terintegrasi. Pengalaman dalam menangani berbagai jenis kargo, mulai dari curah cair, curah kering, hingga general cargo, menjadi fondasi dalam memastikan kelancaran arus logistik,” ungkap Liestya.
Secara konsolidasi pada triwulan I 2026, kinerja throughput PTP Nonpetikemas mencapai 12,4 juta ton, meningkat 3,84% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 11,9 juta ton. Komposisi ini didominasi oleh curah kering sebesar 5,7 juta ton (46%), disusul curah cair 3 juta ton (25%), general cargo 2,9 juta ton (24%), dan bag cargo sebesar 656 ribu ton (5%).
Melalui percepatan operasional ini, diharapkan distribusi bahan baku pupuk dapat berjalan lancar sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan.






