Menko AHY Lepas 29 Peserta Short Course ke Tiongkok: Tidak Ada Alasan Sibuk untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Menko AHY berikan arahan kepada peserta Short Course ke Tiongkok.

bogortraffic.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan arahan khusus kepada peserta Short Course ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Pelepasan ini dilakukan guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) infrastruktur di lingkup Kemenko Infrastruktur sebelum keberangkatan, Senin (5/1/2026).

Menko AHY berharap para peserta dapat menyerap pembelajaran langsung mengenai transformasi pembangunan RRT sebagai referensi penting bagi pengembangan kebijakan nasional yang berdaya saing. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas utama meski di tengah kesibukan pekerjaan pemerintahan yang tinggi.

Bacaan Lainnya

“Karena kita semua meyakini SDM yang unggul, yang bisa membawa banyak kemajuan dan perbaikan. Sekaligus kita tentu berharap dimulai dari kita, dimulai dari Kemenko Infra ini, kita juga bisa menyampaikan pesan yang positif kepada banyak kalangan lain termasuk publik, bahwa tidak ada kata sibuk, tidak ada kata padat atau tinggi intensitas, sehingga kita seperti tidak punya waktu untuk mendorong anggota kita untuk bisa meningkatkan kualitasnya,” tutur Menko AHY.

Tiga Jembatan Kerja Sama Indonesia-Tiongkok

Dalam arahannya, Menko AHY menyoroti Tiongkok sebagai contoh nyata transformasi pembangunan yang masif dan cepat, terutama dari sisi infrastruktur, teknologi, dan industrialisasi. Ia menekankan pentingnya membangun kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada generasi masa depan.

“Ada tiga jembatan yang harus dibangun bagi Indonesia dan Tiongkok dalam memperkuat hubungan kerja sama, partnership, dan cooperation, yaitu trust, opportunity, dan future generation,” jelas Menko AHY.

Lebih lanjut, ia meminta para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga aktif melakukan analisis sektoral dan mendokumentasikan praktik baik (best practices) yang dapat diadaptasi di Indonesia sebagai produk pengetahuan yang aplikatif.

“Oleh karena itu saya tugaskan kepada kalian untuk memberikan laporan kepada saya dan kita semuanya sekembali dari sana. Sehingga nanti kalian kembali juga dengan produk yang bisa di-share kepada kita semuanya,” pesan Menko AHY.

Penguatan People-to-People Connection

Menko AHY meyakini bahwa hubungan antarmanusia (people-to-people connection) merupakan elemen penting dalam memperkuat kerja sama antarnegara yang berkelanjutan, melampaui dinamika politik dan ekonomi.

Program Short Course ini dijadwalkan berlangsung pada 6–16 Januari 2026 dan diikuti oleh 29 peserta dari lingkungan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi kementerian, termasuk Sekretaris Kemenko Ayodhia G. L. Kalake, sejumlah Deputi, serta jajaran Staf Khusus Menteri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan