Menhut: Hutan Sumber Kehidupan, Harus Jadi Sumber Kemakmuran dan Keberlanjutan

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjadi pembicara kunci dalam Rapat Senat Terbuka Dies Natalies ke-62 Fakultas Kehutanan UGM

bogortraffic.com, BOGOR – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjadi pembicara kunci dalam Rapat Senat Terbuka Dies Natalies ke-62 Fakultas Kehutanan UGM dengan Tema Reinventing Pendidikan Kehutanan Menjawab Tantangan Kehutanan Indonesia Tahun 2060.

Dalam paparannya, Menhut menjelaskan sejumlah program prioritas dan capaian Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Menhut Raja Antoni menyebut Kemenhut memiliki 5 program prioritas yang mendukung tercapainya Asta Cita ke-2 dan ke-5 pemerintahan Prabowo-Gibran.

Bacaan Lainnya

Program tersebut meliputi digitalisasi layanan kehutanan, dashboard (DSSDecision Support System, penguasaan hutan yang berkeadilan, hutan sebagai sumber swasembada pangan, menjaga hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia, perhutanan sosial, percepatan pengesahan hutan adat, perbaikan pengelolaan taman nasional, penerbitan SOP pendakian, grading jalur pendakian, penanganan Karhutla, serta one map policy.

“Salah satunya transformasi digital, melalui transformasi digital data spasial kehutanan, kita membuka era baru untuk tata kelola hutan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas,” ujar Raja Antoni di Aula Fakultas Kehutanan UGM, DI Yogyakarta, Jumat (17/10/2025).

Menhut Raja Antoni juga menyebutkan adanya penurunan signifikan terkait angka Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di awal kepemimpinan Presiden Prabowo. Selain itu, dalam bidang konservasi, Menhut mengungkapkan adanya kolaborasi penting dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Dalam bidang konservasi kami terus melakukan kerja-kerja konkrit di lapangan, Pak Presiden Prabowo ketika pulang dari pertemuan dengan King Charles diminta kerjasama membuat koridor Aceh dan beliau memberikan PBPH-nya di Aceh. Kita bekerjasama dengan WWF Indonesia, untuk memulai mitigasi konflik gajah dengan manusia, diberi nama Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI ACEH),” ujar Raja Antoni.

Ia menambahkan bahwa proses PECI ACEH berjalan melibatkan partisipasi masyarakat dan berbagai macam metode yang diharapkan interaksi negatif antara gajah dan penduduk berjalan baik.

Menhut menutup, “Hutan bukan sekadar pepohonan, tapi sumber kehidupan. Mari jadikan hutan sebagai sumber kemakmuran dan keberlanjutan bagi semua.” Menteri Kehutanan juga menyebutkan jika Fakultas Kehutanan UGM memiliki kontribusi luar biasa di Kehutanan Indonesia.

“Sampai saat ini ada beberapa alumni Fakultas Kehutanan UGM yang saat ini masih menjadi Dirjen di Kemeterian Kehutanan, ada Pak Dirjen KSDAE, Bu Dirjen PDASRH, kemudian ada pak Dirjen GAKKUM, dan kemudian ada Wakil Menteri Kehutanan, last but not least ini dia Presiden ke-7 Bapak Joko Widodo tidak hanya berhasil menjaga hutan tapi juga berhasil menjaga Indonesia,” ujar Menhut Raja Antoni.

Diketahui sejumlah petinggi dalam jajaran Kemenhut merupakan lulusan Fakultas Kehutanan UGM, termasuk Wamen Kehutanan Rohmat Marzuki, Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Dirjen PDASRH Dyah Murtiningsih hingga Dirjen Gakkum Dwi Januanto Nugroho, dan mantan Presiden RI Joko Widodo.

Tidak lupa di depan Sidang Senat Terbuka tersebut, Menhut mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden Prabowo Subianto yang berulang tahun hari ini. Menhut berdoa yang terbaik agar Presiden Prabowo diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin Bangsa menuju Indonesia Maju.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan