Fokus Buka Akses Jalan, Kementerian PU Terjunkan 56 Ekskavator

Kementerian PU kerahkan 56 ekskavator untuk percepatan penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo.

bogortraffic.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus meningkatkan percepatan penanganan banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penanganan ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh unsur pemerintah bergerak cepat dalam penanganan bencana di Pulau Sumatera.

Bacaan Lainnya

Penanganan dilakukan secara terpadu oleh balai teknis di masing-masing provinsi: Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II, dan BWS Sumatera V.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa kolaborasi penuh antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci dalam situasi darurat.

“Dalam situasi darurat, kecepatan dan kolaborasi adalah kunci. Kementerian PU telah menggerakkan seluruh sumber daya mulai dari alat berat, personel teknis, termasuk dukungan logistik untuk membantu penanganan bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” kata Menteri Dody.

Hingga 30 November 2025, sebanyak 56 unit excavator telah bekerja di berbagai lokasi, dengan 12 unit tambahan sedang dalam proses mobilisasi.

Operasi penanganan bencana fokus pada tiga kegiatan utama: pembukaan alur sungai, pengerukan sedimen, pembukaan akses jalan, serta mendukung pencarian dan penyelamatan korban jiwa.

1. Sumatera Utara: Pembukaan Jalan Tarutung–Sibolga

BBWS Sumatera II bersama BPJN Sumut dan TNI AD memusatkan penanganan pada pembukaan akses Jalan Nasional Tarutung–Sibolga yang terdampak puluhan titik longsor.

* Sepuluh alat berat bekerja simultan sehingga dalam dua hari terakhir, sepanjang 30 km dari total 60 km jalur sudah dapat dilalui kembali.

* Sebanyak 26 titik longsoran berhasil dibersihkan, dan akses menuju Desa Sibalanga yang sebelumnya terisolasi kini dapat ditembus kendaraan roda empat.

* Dukungan material darurat seperti geobag dan lebih dari 1.300 bronjong kawat disiapkan untuk penguatan tebing dan stabilisasi alur sungai.

2. Aceh: Pembersihan Sedimen dan Pintu Pasang Surut

BWS Sumatera I mengerahkan 9 unit alat berat untuk membersihkan sedimen saluran pembuang, membersihkan area longsoran, serta operasi pintu pasang surut untuk mengurangi banjir akibat backwater. Penanganan tersebar di kabupaten terdampak seperti Aceh Barat, Pidie Jaya, dan Aceh Utara.

3. Sumatera Barat: Pengerukan Sedimen dan Perbaikan Alur Sungai

Penanganan di Sumatera Barat diarahkan pada pengerukan sedimen, pemulihan alur sungai, dan penanganan darurat infrastruktur sumber daya air.

Di Padang, 1 excavator long arm dikerahkan untuk membersihkan sedimentasi pada intake PDAM, dan di Padang Pariaman dilakukan penanganan sedimentasi muara Batang Ulakan.

Dukungan material berupa 200 bronjong telah disalurkan ke Kabupaten Solok dan Tanah Datar untuk perbaikan darurat dan normalisasi alur Sungai/Batang Malalo.

Kementerian PU melalui balai-balai teknisnya berkomitmen terus memantau situasi dan melakukan penyesuaian sumber daya secara dinamis.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan