bogortraffic.com, MAMUJU — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Mamuju, Sulawesi Barat.
Infrastruktur pendidikan berbasis asrama gratis ini ditargetkan segera rampung agar dapat menunjang kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Hingga 2 Agustus 2026, progres fisik proyek yang digarap oleh kontraktor pelaksana PT Hutama Karya (Persero) ini telah menyentuh angka 91,27 persen. Proyek berskala besar ini melibatkan sedikitnya 1.621 tenaga kerja di lapangan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengakui adanya tantangan teknis berupa kondisi tanah berbatu keras yang sempat memperlambat pengerjaan fondasi. Namun, ia optimistis proyek prioritas ini akan selesai tepat waktu.
“Kendalanya kemarin tanahnya keras, sehingga perlu waktu cukup lama untuk bikin fondasinya. Ini lagi terus kita percepat. Mudah-mudahan akhir Agustus ini sudah selesai,” kata Menteri Dody saat meninjau langsung lokasi proyek di Kabupaten Mamuju, Senin (3/8/2026).
Untuk mempercepat target tersebut, Kementerian PU memperkuat koordinasi dengan TNI guna menambah pasokan tenaga kerja serta menggandeng jajaran direksi PT Hutama Karya (Persero).
Untuk menaklukkan lapisan tanah keras di lokasi, tim lapangan menerapkan metode pre-boring berbatu, yaitu teknik pengeboran awal sebelum pemasangan tiang pancang guna mencegah kerusakan material akibat benturan.
Berdiri di atas lahan seluas 8,03 hektare di Kecamatan Simboro dan Kepulauan, kompleks Sekolah Rakyat Mamuju Kementerian PU ini menyediakan fasilitas terpadu yang modern, meliputi:
- Gedung pendidikan lengkap dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
- Asrama siswa dan rumah susun khusus untuk para guru.
- Gedung serbaguna, tempat ibadah, masjid, guest house, kantin, serta dapur umum.
- Sarana olahraga berupa dua lapangan basket terpadu.
- Sistem keamanan terpusat melalui pengawasan CCTV selama 24 jam.
Pembangunan Sekolah Rakyat berasrama ini menjadi bagian dari komitmen nyata Kementerian PU dalam mendukung peningkatan kualitas SDM sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah.
Proyek ini berjalan selaras dengan visi PU608 yang memanfaatkan infrastruktur sebagai instrumen strategis menuju target pengentasan kemiskinan nasional hingga 0 persen.





