bogortraffic.com, BANDUNG- Kehadiran Gubernur terpilih, Dedi Mulyadi dalam Rapim Pemprov Jabar menghasilkan sejumlah komitmen. Di antaranya, Dedi siap mengeksekusi program transportasi massal yang menjadi atensi Penjabat Gubernur, Bey Machmudin.
Program tersebut adalah elektrifikasi di jalur kereta api Cicalengka-Bandung-Padalarang. “Cita-cita Pak Bey ini akan dieksekusi,” tandasnya usai Rapim di Gedung Pakuan Bandung, Rabu, 22 Januari 2025.
“Sudah DED kan,” tanya Dedi yang diamini Bey menyinggung tahapan detail engineering design. Karenanya, pihaknya siap merealisasikannya pada 2026. Baginya, kehadiran KRL Bandung Raya itu bakal memberikan banyak pilihan bagi warga dalam melakukan mobilisasi di samping menekan kemacetan yang sudah tak bisa dipisahkan dari kawasan ibukota Jabar itu.
Sebelumnya, Bey menuturkan bahwa komitmen Dedi Mulyadi itu sudah pula ditunjukan pada saat mengunjungi kantor dinas gubernur di Gedung Sate.
Di ruangan tersebut, Bey memasang peta transportasi Bandung Raya. Hal itu sengaja dilakukan sehingga diharapkan bisa menjadi pesan bagi pemimpin Jabar selanjutnya guna merealisasikannya.
Kebutuhan transportasi massal di Bandung Raya, tegasnya, sangat urgen. “Makanya saat itu (bertemu Dedi di ruang kerja tersebut), saya bilang ini harus jadi. Jadi KRL, commuterline, dan beliau setuju,” kata Bey.
Dalam penilaiannya, kehadiran KRL Bandung Raya itu akan sangat membantu, tak hanya warga Cicalengka dan Padalarang tapi juga kawasan pendidikan Jatinangor. Kuncinya ada strategi angkutan.
“Itu yang harus dilakukan di Bandung Raya agar kemacetan tuntas. Saya yakin kalau KRL, commuter line ini dengan interval waktu yang seperti di Jakarta akan banyak penumpang yang merasakan manfaatnya,” jelas Bey Machmudin.





