Disiplin Kelola Aset dan Likuiditas, Permata Bank Bukukan Kinerja Berkelanjutan di Awal Tahun 2026

PT Bank Permata Tbk (Bank Permata) catatkan kinerja positif kuartal I 2026 dengan pertumbuhan laba bersih 16,6% YoY.

bogortraffic.com, JAKARTA — PT Bank Permata Tbk mencatat kinerja yang berkelanjutan pada kuartal pertama tahun 2026. Laba bersih bank tercatat tumbuh sebesar 16,6% Year-on-Year (YoY), yang didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Non-Bunga sebesar 11,9% YoY.

Permata Bank membukukan pertumbuhan kredit sebesar 2,8% YoY di akhir Maret 2026. Dalam pencapaian ini, bank menerapkan strategi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan kredit yang selektif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Bacaan Lainnya

Dengan dukungan strategis dari Bangkok Bank sebagai controlling shareholder, Permata Bank tidak hanya memperluas konektivitas, tetapi juga membangun kredibilitas. Di tengah dinamika ekonomi global, bank terus hadir sebagai bank lokal dengan visi regional dan jaringan global.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyatakan bahwa hasil ini merupakan buah dari kedisiplinan perusahaan.

“Kinerja Permata Bank pada kuartal pertama 2026 mencerminkan ketahanan dan disiplin kami dalam menjalankan strategi bisnis. Didukung oleh permodalan dan likuiditas yang kuat, serta pertumbuhan kredit yang selektif, kami terus menjaga kinerja bank dalam menghadapi dinamika pasar sekaligus mendukung kebutuhan nasabah dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Meliza M. Rusli.

Ia menambahkan bahwa ke depan, bank akan fokus pada pengembangan talenta SDM, optimalisasi kapabilitas digital, serta memperluas kemitraan strategis agar tetap relevan bagi nasabah lintas generasi hingga bisnis.

Fundamental bisnis Permata Bank tetap berjalan kuat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Hal ini tercermin dari Loan-to-Deposit Ratio (LDR) yang berada pada level optimal 87,1% per akhir Maret 2026. Likuiditas juga terjaga memadai dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 267,4% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di level 122,9%.

Strategi optimalisasi neraca juga membuahkan hasil dengan peningkatan rasio CASA menjadi 65,5% per akhir Maret 2026, naik signifikan dibandingkan 58,6% pada periode yang sama tahun lalu.

Penyaluran kredit tumbuh 2,8% YoY menjadi Rp161 triliun, terutama didorong oleh segmen Korporasi yang meningkat 6,5% YoY menjadi Rp98,2 triliun. Meskipun industri perbankan sangat dinamis, kualitas aset tetap sehat dengan rasio NPL Gross di level 2,2%. Sebagai perlindungan, bank membentuk NPL Coverage yang sangat prudent di level 355,7%.

Dari sisi permodalan, Permata Bank mencatatkan rasio CAR sebesar 33,9% dan CET-1 sebesar 25,9%. Angka ini menempatkan rasio permodalan Permata Bank sebagai salah satu yang terkuat di antara bank-bank komersial besar di Indonesia.

Unit usaha Syariah juga menunjukkan performa gemilang dengan Laba Operasional sebelum Provisi tumbuh 5,3% YoY mencapai Rp198,4 miliar. Melalui proposisi nilai “Syariah untuk Semua”, Permata Bank Syariah berupaya memperluas inklusi keuangan yang inklusif dan modern.

Selain kinerja finansial, Permata Bank terus memperdalam hubungan dengan masyarakat melalui ekosistem strategis, salah satunya melalui dukungan pada kegiatan Adeging Mangkunegaran ke-269 di Solo. Melalui sinergi budaya dan layanan perbankan digital dalam acara tersebut, bank berkomitmen memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan komunitas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan