bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat memanfaatkan momentum cuaca kondusif untuk mengeksekusi program penanganan banjir Kabupaten Bogor. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menginstruksikan percepatan normalisasi saluran irigasi dan aliran sungai di empat wilayah kecamatan rawan genangan.
Peta jalan mitigasi ini dimatangkan dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin langsung oleh Bupati Rudy di Kantor Kecamatan Kemang, Sabtu (20/6/2026). Agenda strategis ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam beserta perwakilan dari Kecamatan Kemang, Parung, Ciseeng, dan Rancabungur.
“Kita ingin menuntaskan sejumlah lokasi yang selama ini menjadi langganan banjir. Saat banjir terjadi tentu kita tidak bisa melakukan normalisasi. Karena itu, ketika kondisi cuaca mendukung seperti saat ini, kita harus bergerak cepat melakukan penataan dan normalisasi saluran irigasi maupun sungai,” tegas Rudy Susmanto.
Pemkab Bogor berfokus mengembalikan fungsi hidrologis saluran irigasi agar dapat menampung debit air secara optimal saat intensitas hujan kembali tinggi. Empat titik kecamatan di lingkar utara Bogor diprioritaskan karena kerap menghadapi kendala sumbatan sedimen dan penyempitan sempadan.
Bupati Rudy menekankan bahwa keberhasilan program penataan fisik ini tidak dapat bertumpu pada peran pemerintah daerah saja, melainkan membutuhkan partisipasi dan kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.
Terkait keberadaan bangunan semipermanen yang berdiri di atas area saluran irigasi dan area sempadan sungai, Pemkab Bogor memastikan tidak akan langsung melakukan tindakan represif.
Pemerintah daerah berkomitmen mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi bertahap dan melayangkan surat pemberitahuan resmi agar warga mengosongkan area fasilitas umum tersebut demi kepentingan bersama.
“Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, persoalan banjir yang hampir selalu terjadi saat hujan di wilayah utara Kabupaten Bogor dapat kita tuntaskan bersama,” pungkas Rudy optimistis.
Melalui langkah normalisasi yang terukur dan terintegrasi ini, Pemkab Bogor menargetkan perluasan kapasitas tampung air dapat segera rampung sebelum memasuki puncak musim penghujan berikutnya.





