Presiden Trump Klaim Gencatan Senjata Thailand-Kamboja Tercapai

Trump Klaim Thailand-Kamboja Setuju Kembali Gencatan Senjata. (Foto: AP)

bogortraffic.com, BOGOR – Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa para pemimpin Thailand dan Kamboja telah sepakat untuk kembali melakukan gencatan senjata, setelah bentrokan bersenjata selama beberapa hari terakhir di perbatasan kedua negara.

Dilansir dari AP pada Minggu (14/12/2025), Trump sebelumnya berhasil mendorong gencatan senjata antara kedua negara pada Juli.

Bacaan Lainnya

Trump mengumumkan kesepakatan untuk memulai kembali gencatan senjata dalam sebuah unggahan media sosial setelah melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet.

“Mereka telah setuju untuk menghentikan semua penembakan efektif malam ini, dan kembali ke Perjanjian Perdamaian asli yang dibuat dengan saya, dan mereka, dengan bantuan Perdana Menteri Malaysia yang hebat, Anwar Ibrahim,” kata Trump dalam unggahan media sosialnya.

Bantahan Thailand dan Laporan Serangan Kamboja

Namun, klaim Trump ini segera dibantah oleh pihak Thailand dan Kamboja masih melaporkan adanya serangan.

Kementerian Luar Negeri Thailand pada Sabtu membantah pernyataan Trump bahwa gencatan senjata telah disepakati tanpa memberikan rincian apa pun, dan juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand Surasant Kongsiri mengatakan bentrokan masih berlangsung.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Kamboja melaporkan bahwa Thailand terus melakukan serangan pada Sabtu pagi. Serangan-serangan tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

Akar Konflik Perbatasan yang Belum Usai

Ketegangan yang terjadi belakangan ini merupakan eskalasi dari konflik perbatasan yang telah berlangsung lama. Konflik tersebut dipicu oleh sengketa historis dan hukum.

Akar konflik perbatasan Thailand-Kamboja dipicu peta yang dibuat pada 1907 ketika Kamboja berada di bawah kekuasaan kolonial Prancis, yang menurut Thailand tidak akurat. Ketegangan diperburuk oleh putusan Mahkamah Internasional pada 1962 yang memberikan kedaulatan kepada Kamboja, yang masih membuat banyak warga Thailand geram.

Escalasi bentrokan telah menunjukkan penggunaan persenjataan berat. Thailand telah mengerahkan jet tempur untuk melakukan serangan udara terhadap apa yang mereka sebut sebagai target militer. Kamboja telah mengerahkan peluncur roket BM-21 dengan jangkauan 30-40 kilometer.

Perkembangan situasi di perbatasan kedua negara masih terus dipantau menyusul klaim gencatan senjata dari Presiden Trump.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan