bogortraffic.com, BOGOR – Prospek ekonomi Kamboja menghadapi tantangan serius pada tahun 2025. Bank Dunia memprediksi ekonomi Kamboja hanya tumbuh 4,8 persen pada 2025, melambat tajam dari enam persen tahun lalu.
Menurut laporan Bank Dunia, perlambatan tajam ini disebabkan oleh sejumlah faktor domestik dan eksternal. Konflik perbatasan dengan Thailand, kenaikan tarif Amerika Serikat (AS), melemahnya sektor properti telah menghambat pertumbuhan negara Asia Tenggara tersebut.
Guncangan Domestik dan Eksternal Meredam Pertumbuhan
Laporan Bank Dunia yang dilansir dari Xinhua pada Minggu (14/12/2025), secara spesifik menyoroti dampak dari penurunan sektor properti dan ketegangan geopolitik.
“Penurunan pasar properti meredam permintaan domestik dan aktivitas konstruksi, sementara ketegangan perbatasan mengganggu pasar tenaga kerja dan pariwisata,” kata laporan tersebut.
Kamboja menghadapi tekanan signifikan dari dua guncangan eksternal utama:
-
Tarif AS: Pada Agustus, Amerika Serikat memberlakukan tarif 19 persen untuk semua barang yang diimpor dari Kamboja, yang tentu saja memukul sektor ekspor andalan negara tersebut.
-
Konflik Perbatasan: Pertempuran dengan Thailand di perbatasan sempat pecah pada Juli, dan kembali terjadi bulan ini, mengganggu stabilitas regional dan sektor pariwisata.
Tania Meyer, Manajer Negara Bank Dunia untuk Kamboja, menegaskan bahwa negara itu berada dalam periode yang sulit.
“Kamboja sedang menghadapi periode yang menantang di tengah guncangan domestik dan eksternal,” kata Tania Meyer.
Meskipun demikian, Tania Meyer optimistis Kamboja dapat mengatasi tekanan ekonomi ini dengan langkah yang tepat.
“Penyangga yang kuat dan reformasi yang tepat sasaran dapat membantu negara ini mengatasi tekanan ekonomi ini,” ujarnya.





