bogortraffic.com, BOGOR– Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat (AS) sepanjang tahun 2025. Para pengusaha Amerika Serikat (AS) telah memangkas lebih dari 1,1 juta pekerja pada Januari-November 2025.
Dilansir dari CBS News pada Minggu (14/12/2025), angka tersebut merupakan yang terbesar sejak 2020. Menurut laporan dari perusahaan penempatan kerja Challenger, Gray & Christmas, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di AS meningkat 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Gelombang PHK yang tinggi ini mencerminkan tekanan ekonomi dan perubahan strategis perusahaan di tengah kondisi global.
Teknologi dan Ritel Memimpin PHK
Sektor teknologi memimpin gelombang PHK di AS tahun ini, dengan 153.536 PHK hingga November 2025. Angka tersebut melonjak 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Beberapa raksasa teknologi melakukan pengurangan staf secara substansial. Amazon termasuk di antara perusahaan teknologi yang telah mengumumkan pengurangan tenaga kerja yang substansial. Pada Oktober, perusahaan tersebut mengatakan akan memangkas 14.000 pekerjaan karena mengandalkan perangkat AI untuk meningkatkan efisiensi.
Selain teknologi, sektor ritel juga sangat terdampak. Sektor ritel mengurangi tenaga kerjanya sebanyak 91.954 posisi hingga November 2025. Pengurangan ini terjadi karena konsumen bergulat dengan harga yang lebih tinggi dan mengurangi pengeluaran untuk barang-barang yang tidak terlalu penting.
Perekrutan Musiman Terlemah
Meskipun sektor ritel biasanya meningkatkan perekrutan pekerja musiman menjelang akhir tahun untuk mengantispasi masa liburan, tahun ini tampak berbeda. Data menunjukkan bahwa tahun ini tampaknya akan menjadi tahun terlemah dalam 15 tahun terakhir untuk rekrutmen pekerja musiman di AS.
Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan ritel bersikap lebih hati-hati dalam mengantisipasi permintaan konsumen selama masa liburan akhir tahun, mencerminkan kekhawatiran yang meluas tentang stabilitas pengeluaran rumah tangga di tengah inflasi.





