Kebakaran Apartemen di Hong Kong Renggut 9 WNI, Ini Penjelasan Kemenlu RI

Kebakaran dahsyat melanda tujuh gedung apartemen di Hong Kong, ratusan orang meninggal, termasuk 9 WNI. Foto/South China Morning Post/Eugene Lee

bogortraffic.com, BOGOR Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal dalam tragedi kebakaran besar di Hong Kong kembali bertambah.

Hingga Minggu (30/11/2025), total WNI yang meninggal dunia mencapai 9 orang, sementara 3 WNI lainnya mengalami luka-luka.

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataan resminya, Kemlu menjelaskan bahwa perkembangan data korban diperoleh dari Hong Kong Police Force (HKPF).

“Jumlah WNI korban meninggal dunia bertambah 2 orang dan korban luka-luka bertambah 1 orang,” kata Kemlu RI.

“Dengan demikian, total jumlah WNI korban meninggal dunia yang telah terkonfirmasi menjadi 9 orang dan korban luka-luka menjadi 3 orang,” lanjut pernyataan tersebut.

Tragedi kebakaran tersebut sebelumnya dilaporkan menewaskan 128 orang, dengan 79 orang luka-luka, sementara 150 orang lainnya masih belum diketahui nasibnya. Kebakaran melanda delapan blok apartemen di Wang Fuk Court, distrik Tai Po, sejak Rabu lalu.

Hunian di kompleks itu diketahui sedang menjalani renovasi sejak Juli 2024. Seluruh bangunan ditutupi perancah bambu dan jaring hijau, yang diduga menjadi faktor cepatnya api menyebar.

Selain itu, penggunaan bahan styrofoam dalam proses renovasi juga memperparah kebakaran.

Pemerintah Hong Kong telah memulai investigasi kriminal untuk mendalami penyebab utama tragedi tersebut.

Sebagai bentuk belasungkawa, otoritas Hong Kong menetapkan masa berkabung selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin (1/12/2025). Seluruh bendera nasional China dan Hong Kong dikibarkan setengah tiang.

Pejabat tinggi pemerintah yang dipimpin oleh Kepala Eksekutif John Lee Ka-chiu juga melakukan hening cipta selama tiga menit di kantor pusat pemerintahan pada Sabtu pagi.

Selain itu, buku-buku belasungkawa tersedia di 18 distrik dari pukul 09.00 hingga 21.00 agar warga dapat menyampaikan pesan duka mereka.

Menurut laporan, kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 14.51 waktu setempat dan dengan cepat meningkat ke tingkat tertinggi dalam sistem alarm kebakaran, yaitu Alarm Nomor 5.

Gumpalan asap hitam pekat membubung ke udara saat api menjalar ke tujuh dari delapan blok apartemen di kompleks tersebut.

Hingga kini, tim penyelamat dan kepolisian masih melakukan identifikasi korban serta pencarian terhadap penghuni yang belum ditemukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan