bogortraffic.com, BOGOR- Salah satu kafe viral di Kota Bogor, Uncle Jo, telah meluncurkan gerakan zero waste (bebas sampah) yang bertujuan untuk mengubah sampah menjadi sumber penghasilan serta mengurangi beban pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pemilik Uncle Jo, Yohanes Handoyo, menyampaikan bahwa ide ini berawal dari permasalahan sampah di sekitar outlet mereka di Kawasan Suryakencana, Bogor.
Ia menyebut, Kafe sering terganggu oleh tumpukan sampah di Gang Roda yang memberikan kesan kurang baik bagi pelanggan.
“Untuk mengatasi itu kami akhirnya membuat gerakan bersih-bersih setiap hari Sabtu. Gerakan itu pun kami buat konten dan dibagikan ke media sosial. Ternyata viral dan banyak masyarakat yang suka,” ujar Jo.
Permasalahan sampah ini mendorong Jo untuk mengambil tindakan lebih lanjut. Melalui salah satu temannya, Jo berkenalan dengan layanan pengelolaan sampah bernama Jagatera dan memutuskan untuk berkolaborasi setelah mendengar presentasi mereka.
Uncle Jo dan Jagatera akan menjalankan tiga program pengelolaan sampah. Pertama, mengelola sampah organik melalui biopori. Jo dan tim Jagatera akan membuat 5-10 lubang biopori di setiap outlet Uncle Jo, dimulai pada Rabu (14/8/2024) pagi.
Program kedua adalah pemilahan sampah anorganik, di mana kafe ini akan menyediakan tempat sampah khusus yang memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, berlaku untuk pelanggan serta bar dan dapur.
“Sampah yang berhasil terkumpul selanjutnya akan diangkut dan dibeli oleh Jagatera. Uang itu akan kami berikan kepada tim barista,” jelas Jo.
Jo juga mengajak pengunjung kafe, yang disebut Ponakan Uncle, untuk terlibat dalam program zero waste ini dengan membayar menu yang dipesan menggunakan sampah anorganik yang telah dipilah. Seluruh program ini akan dikembangkan selama tiga bulan ke depan untuk memastikan internal tim Uncle Jo terbiasa sebelum diterapkan kepada pelanggan.
“Kami sedang rancang dan persiapkan segala sesuatunya. Supaya tetap aestetic dan nyaman. Akan diatur sistem penimbangan dan penyimpanan sampahnya. Mudah-mudahan bisa dimulai awal Tahun 2025 nanti,” tambah Jo.
Jo berharap inovasi ini dapat mempengaruhi kafe dan kedai kopi lainnya sehingga tidak ada lagi sampah yang berakhir di TPA, mengingat kondisi TPA saat ini sudah memprihatinkan.





