Tembus Pasar Eropa, Kemendag Fasilitasi Ekspor Rempah ke Belanda

Kemendag fasilitasi ekspor rempah & bumbu PT Sumber Inti Pangan ke Belanda via Atdag Den Haag. Simak peluang lada putih & pala tembus pasar Eropa.

bogortraffic,com, DEN HAAG Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Den Haag terus memperkuat penetrasi produk unggulan Indonesia ke pasar Benua Biru. Langkah nyata dilakukan dengan memfasilitasi business matching daring yang mempertemukan eksportir nasional, PT Sumber Inti Pangan, dengan importir asal Belanda, InterAromat BV, pada 13 Februari 2026.

Penjajakan bisnis ini bertujuan menangkap potensi permintaan yang menjanjikan bagi rempah dan bumbu autentik Indonesia di pasar Belanda yang kini semakin menggemari produk etnik.

Bacaan Lainnya

Atdag RI Den Haag, Annisa Hapsari, menegaskan bahwa fasilitas ini adalah upaya memperkuat posisi tawar rempah Indonesia yang dikenal memiliki standar kualitas tinggi di mata konsumen Eropa yang selektif.

“Fasilitasi ini upaya nyata memperkuat posisi rempah dan bumbu Indonesia yang dikenal memiliki standar kualitas tinggi. Meskipun pasar Belanda cenderung berhati-hati dalam memilih pemasok, mereka berpotensi menjadi mitra jangka panjang apabila hubungan bisnis terbangun secara konsisten dan profesional,” kata Annisa.

Eropa Makin Selektif, Sertifikasi Jadi Kunci

Saat ini, konsumen di Eropa memberikan prioritas utama pada aspek keberlanjutan, etika, dan higienitas. Annisa optimistis bahwa dengan kepemilikan sertifikasi global, produk Indonesia dapat bersaing di industri makanan dunia yang kompetitif.

“Kami optimistis kepemilikan sertifikasi global akan menjadi nilai tawar krusial bagi rempah dan bumbu Indonesia untuk menembus industri makanan global, termasuk Eropa, yang kini semakin selektif dan kompetitif,” ungkap Annisa.

Untuk memperkuat kepercayaan pasar, Atdag juga mendorong pemanfaatan program S’RASA (Rasa Rempah Indonesia) sebagai payung identitas nasional. Penguatan branding dinilai penting agar konsumen Eropa memahami asal-usul produk secara jelas.

Lada Putih hingga Pala Jadi Incaran

Dalam pertemuan tersebut, PT Sumber Inti Pangan menawarkan berbagai produk mulai dari rempah tunggal, bumbu khusus, hingga minyak rempah terhidrasi. Perusahaan yang telah merambah pasar Afrika hingga Timur Tengah ini menyatakan kesiapannya memenuhi audit sosial dan standar keamanan pangan internasional.

Export Marketing PT Sumber Inti Pangan, Auliya Qisthina, mengapresiasi efektivitas kegiatan ini dalam mempertemukan mereka dengan mitra yang relevan.

“Kegiatan ini sangat efektif karena mempertemukan kami dengan mitra potensial yang memiliki ketertarikan terhadap produk kami, sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih konkret. Kami juga berharap dapat memiliki kesempatan lebih luas dalam mengembangkan ekspor di pasar Eropa,” ujar Auliya.

Di sisi lain, InterAromat BV secara khusus menyatakan ketertarikannya terhadap lada putih, kemiri, dan pala Indonesia untuk memenuhi jaringan distribusi ritel etnik hingga toko spesialis di Belanda. Direktur Utama InterAromat BV, Suryo Tutuko, menyebut hasil penjajakan ini sangat produktif.

“Kegiatan ini berlangsung sangat produktif dan menghasilkan pengembangan serta pengiriman sampel yang saat ini tengah dievaluasi oleh klien kami. Upaya ini juga mencerminkan komitmen dalam mendorong peningkatan ekspor Indonesia serta memperkuat kemitraan bisnis internasional,” ujar Suryo.

Tren Positif Perdagangan Indonesia-Belanda

Kerja sama ini diharapkan memperkuat tren positif perdagangan kedua negara. Pada tahun 2025, total perdagangan Indonesia-Belanda mencapai USD 6,58 miliar, melonjak dari tahun sebelumnya yang sebesar USD 5,73 miliar. Indonesia mencatatkan surplus signifikan sebesar USD 4,80 miliar, dengan komoditas utama meliputi minyak nabati, alas kaki, hingga produk kimia.

Kemendag berkomitmen mengawal proses teknis ini hingga realisasi transaksi terjadi, demi memastikan produk nasional mendominasi rantai pasok di kawasan Eropa secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan