bogortraffic.com, KARAWANG – Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menyoroti pesatnya perkembangan digitalisasi dalam sistem pembayaran di Indonesia, khususnya terkait implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Menurutnya, kemajuan teknologi telah membawa sistem pembayaran menjadi tanpa batas (borderless), sehingga masyarakat kini dapat bertransaksi dengan lebih aman dan efisien tanpa perlu membawa uang tunai.
“Uang digital adalah bagian dari kemajuan teknologi yang membuat transaksi menjadi borderless. Artinya, kita tidak perlu membawa uang tunai, tetapi tetap bisa bertransaksi dengan aman dan efisien,” ujar Andi Yuliani Paris kepada wartawaan, Kamis (30/01/2025).
Lebih lanjut, ia mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang terus memperluas penggunaan QRIS hingga ke beberapa negara. Inovasi ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat Indonesia dalam bertransaksi di luar negeri tanpa perlu menukar uang tunai terlebih dahulu.
“Saya dengar nantinya akan ada negara-negara lain yang bisa menggunakan QRIS dari Bank Indonesia. Ini tentu menguntungkan karena kita tidak perlu repot menukarkan uang, menghindari fluktuasi nilai tukar, serta tidak perlu membawa pulang sisa uang asing yang sering kali tidak bisa digunakan di Indonesia,” tambah Politisi Fraksi PAN ini.
Selain itu, ia menekankan bahwa penggunaan QRIS juga sangat bermanfaat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan sistem digital, pengelolaan keuangan menjadi lebih transparan, efisien, dan minim risiko penggelapan. Digitalisasi pembayaran ini juga dinilai mampu meningkatkan daya saing UMKM di era globalisasi.
Dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang yang ada, Andi Yuliani Paris berharap digitalisasi transaksi melalui QRIS dapat terus berkembang dengan dukungan infrastruktur yang lebih merata di seluruh Indonesia. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil.
Digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS merupakan langkah strategis dalam mempercepat inklusi keuangan dan meningkatkan efisiensi transaksi, baik di dalam negeri maupun lintas negara. Diharapkan, inovasi ini semakin memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia di masa mendatang.






