PLN Nusantara Renewables Mulai Operasikan PLTS Terapung Tembesi pada 2025

Penampakan sebagian kecil Waduk Tembesi yang memiliki luas total 864 hektar. Nantinya, PLTS Terapung Tembesi akan mengapung di atas 5% luas waduk tersebut. (Foto: Dok. PLN NR)

bogortraffic.com, BOGOR- Pembangkit Energi Baru dan Terbarukan (EBT) milik PLN Nusantara Renewables (PLN NR) akan mulai beroperasi secara komersial. Menggandeng TBS Energi Utama Tbk (TOBA), perusahaan saat ini tengah mempersiapkan PLTS Terapung Tembesi yang berlokasi di Batam. Diproyeksikan, PLTS terapung berkapasitas 35 MWac atau 46 MWp ini akan menghasilkan listrik bersih hingga 62 GWh per tahun.

PLTS Terapung Tembesi akan mengapung di atas Waduk Tembesi milik Badan Pengusahaan (BP) Batam yang disewa oleh PT TBS Energi Utama. Pemanfaatan salah satu waduk terbesar di Batam ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan Kota Batam sebagai hub pengembangan EBT yang berperan penting dalam peningkatan perekonomian daerah dan nasional.

Bacaan Lainnya

Nantinya, pembangkit ini dibangun menggunakan teknologi bifacial solar panels—sebuah teknologi panel surya yang memungkinkan penyerapan energi dari kedua sisi panel. Penggunaan panel jenis ini mendatangkan banyak keuntungan, di antaranya meningkatkan produksi energi hingga 30% dan performa yang lebih baik dalam kondisi rendah cahaya.

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) untuk proyek ini dilakukan pada 12 Februari 2024. Lewat perjanjian ini, disahkan bahwa PLN Nusantara Power dan PT TBS Energi Utama akan menjual listrik kepada PLN Batam melalui Jaringan 20 kV GI Panaran. Pada 4 April 2024, diresmikan Joint Venture Company (JVC) bernama PT Nusantara Tembesi Baru Energi (NTBE) yang bertugas menggarap proyek investasi sebesar Rp 481 miliar ini. Adapun struktur kepemilikan saham JVC ini terbagi atas 51% milik PLN NR dan 49% milik PT Batam Tirta Surya.

“Proyek PLTS Terapung Tembesi ini merupakan langkah konkret dalam mendukung target pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional,” ungkap Harjono, Direktur Utama PLN Nusantara Renewables. Dengan adanya PLTS Terapung Tembesi, perusahaan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon dan pencapaian target energi bersih.

Semoga proyek ini dapat menjadi contoh sukses yang menginspirasi pengembangan proyek energi terbarukan lainnya di seluruh Indonesia, serta mempercepat transisi menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan