Kemendag Perkuat Strategi Ekspor Pelaku Usaha Jawa Timur

bogortraffic.com, SURABAYAKementerian Perdagangan menggelar Forum Strategi Pengembangan Ekspor Nasional di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (16/4).

Melalui forum ini, Kemendag mendorong pelaku usaha untuk menjadi adaptif dalam memanfaatkan peluang ekspor di tengah tantangan global.

Bacaan Lainnya

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan bahwa peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan ekspor tetap terbuka lebar di tengah dinamika global saat ini.

“Indonesia berpeluang besar untuk mengambil peran sebagai sumber pasokan global dan tampil sebagai kekuatan ekspor di tengah ketidakpastian dunia. Setiap krisis menghadirkan peluang, kita perlu mendorong bersama upaya untuk meraih serta memanfaatkannya secara optimal,” ujar Puntodewi secara terpisah dari Jakarta, Jumat (17/4), menanggapi pelaksanaan forum tersebut.

Sekretaris Ditjen PEN, Arief Wibisono, turut mendorong pelaku usaha untuk melihat dinamika global bukan sebagai penghalang, melainkan sebuah kesempatan untuk meningkatkan performa perdagangan internasional.

“Dinamika global jangan dilihat sebagai penghalang, melainkan sebuah kesempatan. Untuk meraih kesempatan tersebut, maka pelaku usaha perlu siap, adaptif, dan mampu memanfaatkan peluang ekspor sekaligus mendorong peningkatan kinerja ekspor nasional,” jelas Arief.

Forum tersebut diikuti oleh 75 pelaku usaha berorientasi ekspor dari Provinsi Jawa Timur, serta dihadiri berbagai asosiasi dan instansi terkait.

Tiga narasumber ahli dihadirkan, yakni Ricky Rinaldi (Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor), Iska Huberta (Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur), dan Aksamil Khair (Tenaga Teknis Export Center Surabaya).

Aksamil Khair, perwakilan dari Export Center Surabaya (ECS), menyambut baik inisiatif ini sebagai jembatan interaksi langsung antara pemerintah dan pengusaha.

“Melalui sesi diskusi, pelaku usaha menyampaikan berbagai permasalahan untuk memperoleh klarifikasi dan solusi untuk menjalankan dan mengembangkan ekspor,” tutur Aksamil.

Manfaat nyata dirasakan oleh para peserta, salah satunya Muhammad Zainudin, pemilik CV Haza Food.

Ia menekankan bahwa forum ini memberikan panduan strategis dalam menghadapi konflik wilayah yang berdampak pada perdagangan.

“Kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai regulasi ekspor yang harus dipenuhi sekaligus strategi dalam menyiasati pasar Timur Tengah yang tengah terdampak konflik. Forum ini membantu kami mengatur langkah agar ekspor dapat terus berjalan di tengah situasi yang dinamis,” pungkas Zainudin.

Selain wawasan regulasi, forum ini juga menjadi ajang jejaring bisnis (business networking) yang strategis bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas akses ke pasar mancanegara secara berkelanjutan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan