Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Utama Indonesia di WEF 2026

Danantara

bogortraffic.com, BOGOR– Mantan Menteri Perdagangan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menilai kehadiran Danantara dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 berpotensi menjadi magnet utama perhatian pelaku ekonomi dan bisnis global.

Menurutnya, posisi Danantara sebagai pengelola dan pengalokasi investasi berskala besar memberikan daya tarik strategis bagi Indonesia di panggung ekonomi dunia.

Bacaan Lainnya

“Danantara akan menjadi magnet utama untuk menyampaikan poin-poin strategis tentang ekonomi dan bisnis Indonesia. Posisi Danantara sebagai pengelola investasi akan menarik perhatian para pelaku bisnis dan investor global,” ujar Gita Wirjawan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Gita menilai WEF merupakan forum penting untuk menyampaikan narasi masa depan ekonomi Indonesia, khususnya melalui peran Danantara sebagai institusi pengelola investasi yang berorientasi pada kolaborasi domestik, regional, maupun global.

Dalam forum tersebut, Indonesia tidak hanya mempromosikan peluang investasi domestik, tetapi juga memperkenalkan Danantara sebagai mitra strategis dalam alokasi modal lintas negara.

“Forum WEF ini bisa juga menjadi ruang untuk membangun jejaring ekonomi global. Danantara, dengan mandat dan skala pengelolaan investasinya, memiliki daya tawar kuat untuk berdialog langsung dengan pemilik modal dan pelaku usaha dunia,” kata pemegang gelar Magister Administrasi Publik dari Harvard University tersebut.

Menurut Gita, keberadaan Danantara sebagai alokator modal dapat memberikan sinyal kuat bahwa Indonesia siap berkolaborasi secara setara dengan berbagai institusi dan pelaku ekonomi internasional. Ia menilai pendekatan ini sejalan dengan praktik negara lain, seperti Singapura melalui GIC dan Temasek, yang berhasil menjadikan institusi pengelola investasi sebagai pintu masuk kemitraan global, khususnya di sektor inovasi dan teknologi.

Lebih lanjut, Gita menilai Danantara dapat berperan strategis dalam menjembatani persepsi global terhadap Indonesia, terutama dengan menerjemahkan ketidakpastian menjadi risiko yang terukur. Dengan pendekatan tersebut, investor dapat menilai peluang investasi Indonesia secara lebih objektif dan terstruktur.

“Narasi bahwa Indonesia mengelola modal besar untuk kolaborasi global, inovasi, dan kemakmuran bersama, serta narasi Indonesia ke depan akan lebih baik sangat diperhitungkan di forum tersebut,” kata Chairman Ancora Group ini.

Danantara Siap Tampil Perdana di WEF 2026

Dalam kesempatan terpisah, pada Coffee Morning Danantara Indonesia yang membahas kesiapan Indonesia menghadapi WEF 2026 pada Jumat (9/1/2026), Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi kali pertama Danantara berpartisipasi dalam WEF, mengingat lembaga tersebut baru terbentuk pada Januari 2025.

“Merupakan kehormatan bagi kami dapat partisipasi dalam WEF. Kami memandang WEF sebagai ruang strategis untuk menjembatani kepentingan dan pembangunan nasional dengan perspektif akses ke modal global, di mana Danantara bisa membangun engagement secara strategis dan terstruktur,” ujar Mohamad Al-Arief.

Arief menjelaskan, persiapan partisipasi Danantara di WEF telah dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kadin Indonesia serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM sejak pertengahan tahun lalu. Kehadiran Indonesia dalam WEF 2026 juga mengusung pendekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, dan dunia usaha.

Ia menambahkan, Danantara mendapat mandat untuk mendorong investasi strategis nasional dan hadir sebagai platform investasi strategis negara, dengan fokus sektor prioritas yang sejalan dengan Agenda Pembangunan Nasional, seperti transisi energi, ketahanan pangan, dan hilirisasi industri.

“Ini kesempatan kami untuk melihat dan juga mengembangkan mitra-mitra baru nanti di sana. Long-term partnership dan kemungkinan adanya co-investments yang bisa kita explore di sana,” jelas Arief.

Menurut Arief, pada WEF 2026 Danantara akan diperkenalkan sebagai badan pengelola investasi strategis nasional yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta siap menjadi mitra global.

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia akan memboyong Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ke ajang World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026. Forum ini akan dihadiri sekitar 3.000 peserta dari 130 negara, termasuk kepala negara, pimpinan perusahaan global, serta pemimpin organisasi internasional. Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan menghadiri forum yang mengusung tema “A Spirit of Dialogue” tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan