Wanita Berisiko Depresi 40 Persen Saat Perimenopause, Apakah Benar?

Ilustrasi Menopause. (Foto: Dok. Istimewa)

bogortraffic.com, RISET– Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa wanita memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk mengalami depresi saat memasuki tahap perimenopause. Perimenopause merupakan periode sebelum menopause yang ditandai dengan penurunan bertahap fungsi ovarium.

Pada tahap ini, fluktuasi kadar estrogen dan progesteron dapat menyebabkan gejala menopause, termasuk perubahan suasana hati dan siklus menstruasi yang tidak teratur.

Berita Lainnya

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders dan melibatkan 9.141 wanita dari seluruh dunia, risiko depresi meningkat 40 persen pada wanita perimenopause dibandingkan dengan pramenopause.

Dr. Roopal Desai, seorang peneliti, menekankan pentingnya pengakuan terhadap rentaninya wanita dalam tahap perimenopause terhadap depresi.

Ia menyebut, Studi ini juga menyoroti perlunya dukungan dan pemeriksaan untuk membantu mengatasi kebutuhan kesehatan mental mereka.

Profesor Aimee Spector, yang juga terlibat dalam penelitian tersebut, menilai perlunya kesadaran dan dukungan lebih besar untuk mengatasi gejala-gejala tersebut.

“Perempuan menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam hidup mereka untuk menghadapi gejala-gejala menopause yang dapat berdampak besar pada kesejahteraan dan kualitas hidup mereka.” kata peneliti lain, Profesor Aimee Spector.

Walaupun demikian, penelitian tidak menemukan peningkatan risiko depresi secara signifikan pada tahap pascamenopause dibandingkan pramenopause.

Keterbatasan penelitian ini termasuk variasi dalam kriteria dan ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi tahap menopause dan depresi, serta keterbatasan penelitian yang membandingkan tahap perimenopause dan pascamenopause.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan