Limbah Industri Jadi Aman, Intip Cara Poltek Nuklir BRIN Sulap Karbon Aktif Jadi Penyerap Logam Toksik

Poltek Nuklir BRIN kembangkan teknologi iradiasi gamma untuk bersihkan limbah logam berat tembaga.

bogortraffic.com, YOGYAKARTA – Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengembangkan inovasi mutakhir untuk mengatasi pencemaran air akibat logam berat tembaga (Cu²⁺). Teknologi ini memanfaatkan modifikasi karbon aktif melalui proses iradiasi gamma dan penggunaan bahan ramah lingkungan guna menciptakan air yang lebih bersih dan aman.

Limbah tembaga yang dihasilkan dari aktivitas industri diketahui bersifat toksik dan sulit terurai, sehingga berpotensi merusak ekosistem dan kesehatan manusia jika tidak diolah dengan benar. Kondisi inilah yang mendorong tim riset Poltek Nuklir untuk menghadirkan solusi pengolahan air yang berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Dalam risetnya, karbon aktif konvensional ditingkatkan kemampuannya dengan mencampurkan surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES). Surfaktan ini dipilih karena lebih mudah terurai dibandingkan bahan kimia konvensional. Material tersebut kemudian diproses menggunakan iradiasi gamma untuk memperkuat struktur permukaan dan daya serapnya.

Uji coba menunjukkan bahwa karbon aktif hasil modifikasi ini mampu menyerap logam tembaga jauh lebih cepat dan efektif. Kapasitas adsorpsi optimal tercapai hanya dalam waktu kontak 15 menit dengan dosis iradiasi gamma sebesar 10 kGy.

Dosen Poltek Nuklir sekaligus ketua tim riset, Dhita Ariyanti, menjelaskan bahwa metode ini menawarkan potensi besar untuk diterapkan secara praktis di sektor industri karena efisiensinya yang tinggi.

“Kami mengembangkan metode untuk meningkatkan kemampuan karbon aktif dalam menyerap logam berat. Hasilnya menunjukkan potensi yang baik untuk diterapkan dalam pengolahan air limbah, terutama karena prosesnya relatif cepat dan efisien. Namun demikian, masih banyak ’Pekerjaan Rumah’ yang harus diselesaikan demi meningkatkan kinerja penyerapan limbah karbon aktif melalui inovasi teknologi radiasi,” ujar Dhita Ariyanti, Selasa (31/3/2026).

Sentuhan Teknologi Nuklir pada Tingkat Mikro

Keunggulan utama inovasi ini terletak pada penggunaan teknologi nuklir yang mampu mengubah karakteristik material hingga ke struktur terkecil. Hal ini memungkinkan karbon aktif menangkap polutan logam berat dengan lebih maksimal.

Dosen Poltek Nuklir, Deny Swantomo, memaparkan peran krusial iradiasi gamma dalam memperbaiki performa material penyaring tersebut.

“Iradiasi gamma memungkinkan perubahan struktur material hingga tingkat mikro, sehingga karbon aktif memiliki lebih banyak ruang dan situs aktif untuk menangkap logam berat. Ini menunjukkan bahwa teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk mendukung solusi lingkungan,” jelas Deny Swantomo.

Solusi Industri dan Lingkungan di Masa Depan

Selain keunggulan teknis, metode ini menjanjikan efisiensi waktu yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri. Penggunaan surfaktan MES juga memastikan bahwa proses pengolahan limbah tidak menyisakan residu kimia yang berbahaya bagi lingkungan.

Meskipun masih dalam tahap penyempurnaan dari penelitian sebelumnya, inovasi ini diharapkan dapat segera diterapkan secara luas. Harapannya, teknologi ini tidak hanya mampu mengolah limbah industri, tetapi juga membantu penyediaan air bersih demi menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan