bogortraffic.com, BOGOR- – Penelitian terbaru mengungkap bahwa penggunaan obat antidepresan jenis SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors) tidak hanya membantu memperbaiki suasana hati, tetapi juga meningkatkan fungsi otak, khususnya memori verbal.
Dilansir dari Medical Daily pada Kamis (26/9/2024), SSRI umumnya digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan. Obat ini bekerja dengan meningkatkan kadar serotonin di otak, neurotransmitter yang berperan penting dalam mengatur suasana hati, tidur, dan regulasi emosional.
SSRI bekerja dengan menghalangi proses reuptake atau penyerapkan kembali serotonin oleh sel saraf, sehingga lebih banyak serotonin tersedia untuk berkomunikasi antar neuron. Kondisi ini diyakini dapat meningkatkan fungsi kognitif selain memperbaiki mood.
Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Biological Psychiatry, para peneliti memfokuskan penelitian mereka pada reseptor 5HT4, lokasi spesifik di otak tempat serotonin mengikat. Reseptor ini memiliki peran penting dalam regulasi kesejahteraan emosional dan kognitif.
Penelitian melibatkan 90 pasien dengan depresi yang menerima dosis harian *escitalopram*, salah satu obat SSRI, selama 8 minggu. Selama periode ini, peneliti memantau suasana hati dan kemampuan kognitif pasien melalui serangkaian tes. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada kinerja kognitif, terutama dalam hal memori verbal.
Pemindaian otak yang dilakukan setelah periode perawatan menunjukkan penurunan sekitar 9 persen pada jumlah reseptor 5HT4. Menurut peneliti, penurunan ini disebabkan oleh adaptasi otak terhadap kadar serotonin yang lebih tinggi, yang ternyata berdampak positif pada fungsi kognitif pasien.
“SSRI tampaknya tidak hanya membantu memperbaiki suasana hati, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan fungsi kognitif. Kami mengaitkan perbaikan ini dengan stimulasi pada reseptor 5HT4 tertentu,” kata peneliti Vibeke Dam dalam siaran pers.
Rekan peneliti Vibe Froekjaer menambahkan bahwa temuan ini membuka peluang untuk pengembangan perawatan kognitif yang lebih efektif bagi pasien dengan depresi, bahkan setelah gejala inti depresi berkurang.
“Fungsi kognitif yang buruk sangat sulit diobati secara efisien dan mungkin memerlukan perawatan tambahan,” ujarnya.
Penelitian ini masih dalam tahap awal, namun memberikan harapan baru bagi pengobatan yang dapat mengatasi masalah kognitif pada pasien depresi. Penemuan ini menegaskan pentingnya serotonin tidak hanya dalam perbaikan suasana hati, tetapi juga dalam fungsi kognitif.






