Karier Gemilang Sjafrie Sjamsoeddin, Dari TNI hingga Menhan di Era Prabowo

Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan Periode 2024-2029. (Foto: Dok. Ist)

bogortraffic.com, BOGOR- Sjafrie Sjamsoeddin ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia resmi dilantik dan bergabung dalam Kabinet Merah Putih pada Senin (21/10).

Sjafrie Sjamsoeddin bukan merupakan sosok baru dalam dunia militer di Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Indonesia dari 2010 hingga 2014. Kariernya berlanjut setelah ditunjuk menjadi Asisten Khusus Menteri Pertahanan untuk Manajemen Pertahanan sejak 6 Desember 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Bacaan Lainnya

Profil Sjafrie Sjamsoeddin kini jadi sorotan setelah menjabat sebagai Menteri Pertahanan saat ini. Dilansir dari Antara News, Sjafrie Sjamsoeddin merupakan penasihat khusus Prabowo di Kementerian Pertahanan sebelum kini menduduki jabatan menteri.

Lahir di Makassar pada 30 Oktober 1952, Sjafrie merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1974. Sepanjang kariernya sebagai prajurit dan purnawirawan, Sjafrie dikenal sebagai perwira TNI yang kompeten, serta sosok militer dan birokrat berpengalaman dalam bidang pertahanan.

Setelah lulus dari Akademi Militer tersebut, Sjafrie bersama dengan Presiden Prabowo bergabung dengan Korps Baret Merah Komando Pasukan Sandi Yudha yang kini dikenal sebagai Kopassus. Keduanya memiliki pengalaman bertugas dalam operasi militer penting, termasuk salah satunya di Timor Timur.

Dalam berbagai penugasannya, Sjafrie pernah memimpin pasukan untuk menanggulangi pemberontakan di sejumlah wilayah, mulai dari Timor Timur, Aceh, hingga Irian Jaya, dan kembali bertugas di Timor Timur.

Karier militernya cukup gemilang, dengan jabatan terakhir sebagai Letnan Jenderal bintang tiga (Letjen) dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan. Sjafrie pernah menempati sejumlah posisi penting dalam TNI, seperti Kepala Staf Daerah Militer Jaya (1996), Pangdam Jaya (1997), dan Kapuspen TNI (2002) pada akhir era Orde Baru.

Selain itu, Sjafrie juga pernah bertugas di Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto, dengan jabatan Dangrup A Paspampres.

Jika berbicara tentang harta kekayaannya, Sjafrie juga pernah melaporkan melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Berdasarkan LHKPN terakhir yang tercatat pada 2014, saat menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan, ia memiliki total kekayaan senilai Rp 23,67 miliar. Namun, data terbaru mengenai LHKPN Menhan ini tidak tercatat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan