bogortraffic.com, BOGOR — Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) menegaskan kembali pentingnya strategi penguatan pulau-pulau terluar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi biru dan identitas maritim Indonesia.
Kesadaran tersebut mengemuka dalam audiensi antara Deputi I BNPP RI, Dr. Nurdin, bersama Dr. Prasetya Yoga selaku Inisiator Invest in Islands Forum, Dr. Rahtika Diana selaku Founder Beyond Borders Indonesia, serta akademisi dan peneliti, Dr. Adiella Yankie.
Pertemuan tersebut difokuskan pada arah baru tata kelola pulau terluar dengan prioritas pada pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Pulau-pulau terluar Indonesia selama ini menjadi wilayah strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai beranda negara, tetapi juga ruang hidup ekonomi masyarakat pesisir.
“Pulau-pulau terluar bukan semata titik koordinat pertahanan, melainkan ruang ekonomi dan sosial yang perlu dikelola secara berkelanjutan,” tegas Dr. Nurdin.
Ia menambahkan, pengembangan sektor pariwisata di wilayah tersebut harus menciptakan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus menjaga keseimbangan ekologis dan identitas lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Prasetya Yoga memaparkan visi Invest in Islands Forum yang hadir sebagai ruang kolaborasi multipihak untuk mempertemukan pemerintah daerah, investor, dan pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, banyak potensi pariwisata dan ekonomi maritim kelas dunia berada di pulau-pulau terluar, namun belum terkelola karena minim narasi strategis dan dukungan materi promosi.
Ia menjelaskan forum tersebut hadir “untuk membangun komunikasi yang mampu sekaligus memastikan daerah memiliki materi yang kredibel dan berdaya saing.”
Di sisi lain, perspektif pemberdayaan masyarakat disampaikan oleh Dr. Rahtika Diana.
Ia menekankan bahwa pembangunan pariwisata di pulau terluar harus berbasis pada kekuatan masyarakat lokal.
“Masa depan pulau terluar hanya bisa dibangun jika masyarakat ditempatkan sebagai aktor utama—dengan model ekonomi biru yang mengintegrasikan wisata bahari, UMKM pesisir, energi terbarukan, dan inovasi lokal,” jelasnya.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi kunci dalam memastikan pembangunan yang tidak hanya memberi dampak jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.
Pertemuan ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan utama dalam pengembangan wilayah terluar, mulai dari keterbatasan infrastruktur, akses transportasi, hingga tata kelola pariwisata yang belum terintegrasi.
Meski demikian, seluruh pihak sepakat bahwa pulau-pulau terluar menyimpan potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan pariwisata berkelanjutan pada masa mendatang.






