Hadapi Tantangan Global, UPH Perkuat Inovasi dan Adaptasi Mahasiswa

FHospar UPH gelar HOSPITOUR 2026 dengan tema EVOLVE. Ajang nasional ini diikuti 350 peserta dari 32 perguruan tinggi untuk memperkuat inovasi dan adaptasi industri.

bogortraffic.com, TANGERANG – Perubahan cepat dalam industri hospitality dan pariwisata, mulai dari disrupsi teknologi hingga pergeseran perilaku wisatawan, menuntut lahirnya talenta yang kompeten, adaptif, dan inovatif.

Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Hospitality dan Pariwisata Universitas Pelita Harapan (FHospar UPH) kembali menyelenggarakan ajang nasional bergengsi, HOSPITOUR 2026.

Bacaan Lainnya

Berlangsung pada 21–24 April 2026 di UPH Lippo Village Campus, acara tahun ini mengusung tema “EVOLVE: Empowering Visionary Oriented Local and Virtual Experiences”. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 350 peserta dari 32 perguruan tinggi pariwisata di Indonesia, mulai dari Palembang hingga Lombok, serta 14 SMA/SMK se-Jabodetabek.

Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menilai tema tersebut mencerminkan tuntutan industri yang terus bergerak.

“Tema EVOLVE menggambarkan pentingnya kemampuan untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan berkontribusi di tengah tantangan global yang dihadapi industri ini. Di tengah dinamika tersebut, kami bersyukur FHospar UPH terus berkembang sebagai salah satu yang unggul di Indonesia dalam mempersiapkan mahasiswa menjawab kebutuhan industri,” ungkap Rektor.

Dekan FHospar UPH, Prof. Dr. Diena M. Lemy, A.Par., M.M., CHE., menambahkan bahwa faktor geopolitik justru membuka ruang pembelajaran baru.

“Tema EVOLVE mengajak kita untuk melihat setiap tantangan sebagai kesempatan. Kita sudah belajar dari masa pandemi, di tengah keterbatasan justru banyak peluang baru yang muncul di industri pariwisata,” ujarnya.

Dalam Seminar Nasional bertajuk ‘Evolve in Practice: How Hospitality and Tourism Professionals Grow Through Change’, para alumni UPH berbagi perspektif mengenai dunia kerja.

Moderator seminar, Dr. Amelda Pramezwary, A. Par., M.M., CHE., menekankan bahwa pelaku industri perlu mengadopsi strategi yang selaras dengan tema HOSPITOUR.

“Perubahan adalah bagian penting dari proses pertumbuhan profesional. Oleh karena itu, akumulasi pengalaman, kedalaman pembelajaran, serta keberanian untuk berinovasi menjadi faktor kunci dalam menjaga relevansi dan daya saing di tengah dinamika perkembangan zaman,” jelas Amelda.

Leo Satria, seorang culinary content creator, mengingatkan bahwa passion harus diimbangi dengan kemampuan adaptasi. Sementara dari sisi agen perjalanan, Brian Kennedy menyoroti tren family-centric travel.

“Industri pariwisata menuntut kita untuk peka terhadap perubahan kondisi. Kita tidak hanya menjual perjalanan, tetapi menghadirkan pengalaman yang relevan dan bernilai sesuai kebutuhan wisatawan,” ujar Brian.

Andy Gozali, profesional di industri kuliner, juga menekankan pentingnya personal branding dan komunikasi.

“Sekarang orang tidak hanya ingin menikmati makanan, tetapi juga mengenal siapa yang ada di balik prosesnya,” tuturnya.

Selain seminar, HOSPITOUR 2026 menghadirkan sesi Guest Lecture dari para manajer profesional hotel ternama seperti JHL Collection, Hilton, Aryaduta, dan Swissôtel. Mahasiswa diajak memahami bahwa layanan hospitality berakar pada empati, komunikasi, dan pelayanan yang tulus.

HOSPITOUR 2026 menjadi wujud komitmen UPH dalam menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif. Melalui pendekatan pendidikan holistis, UPH terus berupaya membentuk pemimpin masa depan yang kompeten, adaptif, dan siap memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan