Masuk PSN, Tiga Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Dikebut

Pemkot Depok dan Bogor sepakat bangun PSEL. Sebanyak 750 ton sampah per hari akan diolah jadi listrik di Kayumanis mulai 2028.

bogortraffic.com, JAKARTA— Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan tiga proyek fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) gelombang pertama sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Ketiga proyek besar tersebut berlokasi di wilayah administrasi Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya.

Bacaan Lainnya

​Penetapan status prioritas ini disambut baik oleh PT Danantara Investment Management (DIM) bersama anak perusahaannya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).

Langkah regulasi ini mengacu pada Permentan Koordinator Bidang Perekonomian No. 16 Tahun 2025 serta Perpres mengenai percepatan infrastruktur ramah lingkungan.

​”Penetapan PSN terhadap di tiga lokasi gelombang pertama ini menunjukkan komitmen Pemerintah untuk menghadirkan solusi yang terintegrasi untuk mengatasi krisis sampah. Kami ingin membantu percepatan realisasi ekosistem Waste-to-Energy,” ujar Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir, Rabu (10/6/2026).

​Status PSN disahkan melalui Surat Keterangan resmi dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Kemenko Perekonomian kepada tiga Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) di bawah kendali DIM:

  • PSEL Kota Bekasi (Jawa Barat): Dilaksanakan oleh Bekasi Environment Nusantara.
  • PSEL Bogor Raya (Jawa Barat): Dilaksanakan oleh Nusantara Bogor New Energy.
  • PSEL Denpasar Raya (Bali): Dilaksanakan oleh Nusantara Bali New Energy.

​Lewat status istimewa ini, pelaksanaan proyek PSN pengolahan sampah menjadi energi tersebut akan mendapatkan penguatan koordinasi lintas kementerian, fasilitasi penyelesaian hambatan birokrasi, serta percepatan perizinan teknis di lapangan.

​Fasilitas PSEL diproyeksikan mampu memangkas ketergantungan kota-kota besar terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang mulai kelebihan muatan (overload), sekaligus menaikkan angka bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional.

​Chief Executive Officer Denera, Fadli Rahman, menegaskan bahwa masuknya proyek ini ke dalam ekosistem PSN mengubah paradigma pengelolaan limbah di Indonesia.

​“Penetapan PSN ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah melalui PSEL bukan lagi sekadar kebutuhan daerah, melainkan bagian dari kepentingan strategis nasional. Bagi Denera, status ini menjadi pijakan penting bagi pengembangan fasilitas PSEL di lokasi-lokasi berikutnya,” kata Fadli.

​Melalui sinergi erat bersama pemerintah daerah dan mitra teknologi global, DIM dan Denera optimis koridor hilirisasi sampah terpadu ini dapat menciptakan nilai ekonomi baru (circular economy) yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan